Berkunjung ke Inggris, Puluhan Ribu Demonstran Serukan Usir Trump

By Bermadah 15 Jul 2018, 00:14:01 WIB Internasional
 Berkunjung ke Inggris, Puluhan Ribu Demonstran Serukan Usir Trump

Keterangan Gambar : Foto : REUTERS/Simon Dawson/sindonews


BERMADAH.CO.ID, LONDON - Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat penolakan dari puluhan ribu demonstran. Massa turun ke jalan-jalan di London pada Jumat kemarin menyerukan agar pemimpin Amerika yang baru pertama kunjungan resmi ke Inggris sejak dia berkuasa di usir. Dilaporkan, lebih dari 64.000 orang telah terdaftar sebagai demonstran di London yang menolak kunjungan Trump.

Para demonstran bahkan melambai-lambaikan spanduk dan memukul panci di jalan-jalan sebagai bentuk penolakan kedatangan Trump ke Inggris.

"Dump Trump," bunyi salah satu spanduk yang diusung para demonstran. "Jauhkan tangan Anda yang mungil dari hak-hak perempuan," bunyi spanduk lainnya. Selama demo berlangsung, massa meneriakkan; "Donald Trump harus pergi!".

Sebelumnya, para aktivis menerbangkan balon raksasa yang menggambarkan sosok Presiden Trump sebagai bayi yang mengenakan popok warna oranye yang menggeram. Balon bayi Trump diterbangkan di atas gedung parlemen.

"Saya ingin menjelaskan bahwa ketika Trump datang ke negara ini, kami tidak setuju dengan kebijakannya," kata Kimberley, 35, salah seorang aktivis yang ikut demo di pusat kota London.

"Saya pikir penting baginya untuk melihatnya...itu akan menunjukkan pada orang-orang bahwa dia berprasangka terhadap kami," ujarnya, yang dikutip Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Pemerintah Inggris menganggap hubungan dekatnya dengan Amerika Serikat sebagai hubungan khusus, di mana Perdana Menteri Theresa May yang berpacu menjalankan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) telah menyambut Trump.

Trump, yang tiba di Inggris pada hari Kamis, mengatakan kepada surat kabar Sun bahwa protes yang direncanakan terhadapnya di London dan kota-kota Inggris lainnya membuatnya merasa tidak diinginkan sehingga dia menghindari Ibu Kota Inggris.

Dia menghindari demonstrasi pada hari Jumat dengan bertemu PM May dan Ratu Elizabeth II di luar London.

"Saya kira ketika mereka mengeluarkan balon udara untuk membuat saya merasa tidak diinginkan, tidak ada alasan bagi saya untuk pergi ke London," katanya.

"Saya dulu suka London sebagai kota. Saya belum ada di sana dalam waktu yang lama. Tetapi ketika mereka membuat Anda merasa tidak diinginkan, mengapa saya akan tinggal di sana?.". Demikian dilansir sindonews.(red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video