Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

By Bermadah 27 Des 2018, 01:22:22 WIB Hukrim
 Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

Keterangan Gambar : Konfrensi Pers Penangkapan Pelaku Penganiayaan Berat Polsek Senapelan Polresta Pekanbaru. (Foto.Dok Polresta Pekanbaru)


BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Terduga Pelaku penganiayaan berat ditangkap Polisi. Hal ini disampaikan dalam konfrensi pers, Rabu (26/12/2018) di Loby Polsek Senapelan.

Konfrensi pers kasus tindak pidana Penganiayaan Berat dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, SIK SH MH yang diwakili oleh Kapolsek Senapelan Kompol Agung Tri Adiyanto, SIK, dan didampingi Kanit Reskrim Ipda Budi Winarko, ST.

Disampaikan kronologis kejadian, pada hari Senin tanggal 24 Desember 2018 sekira pukul 13.30 WIB, di Jalan Kapur Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Senapelan, saat itu Tersangka berada di tempat cucian mobil miliknya. Tiba-tiba, datang korban Anwir Yamadi (58) bersama sopirnya hendak mencuci mobil di cucian milik Tersangka.

Selanjutnya, Tersangka mendekati korban dan tidak lama kemudian Tersangka langsung mengayunkan parang panjang yang dipegangnya ke arah kepala dan tangan korban sebelah kiri sebanyak 2 kali. Akibatnya, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan tangan sebelah kiri.

Mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi penganiayaan di Jalan Kapur, Kapolsek Senapelan langsung memerintahkan anggotanya melalui Kanit Reskrim untuk ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesampai di TKP, Anggota Polsek Senapelan langsung mengamankan lelaki paruh baya yang bernama H Menok (83) yang diduga orang yang melakukan penganiayaan tersebut, serta mengamankan Barang Bukti (BB) berupa parang panjang yang diduga alat untuk melakukan penganiayaan.

Sedangkan Anggota Polsek Senapelan lainnya langsung ke RS Santa Maria untk melihat kondisi korban dan didapati kepala dan tangan korban mengalami luka robek yang cukup parah.

Dari interogasi di lapangan, Tersangka H Menok mengakui dirinya telah melakukan penganiayaan berat kepada korban Anwir dengan menggunakan parang panjang miliknya.

Tersangka H Menok mengakui dirinya melakukan penganiayaan tersebut dikarenakan merasa kesal, karena korban telah merekom seorang pekerja untuk bekerja di tempat cucian mobil miliknya. Namun, baru 3 hari bekerja, pekerja tersebut sudah berhenti dan alat-alat cucian mobil seperti beberapa bagian Hidrolik dan Vacum (pembersih debu) hilang.

Selanjutnya, Tersangka dan BB dibawa ke Polsek Senapelan guna proses lebih lanjut. Adapun kepada Tersangka dikenakan "Pasal 351 ayat 2 Jo Pasal 354 ayat 1 KUHPidana".

Sementara, BB yang diamankan berupa 1 (sebilah) parang panjang yg terbuat dari besi, 1 (satu) helai celana Jeans warna biru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH membenarkan kejadian tersebut terjadi dan saat ini sudah ditangani Polsek Senapelan di Back Up Sat Reskrim Polresta Pekanbaru.

Kapolresta mengimbau dalam wawancaranya bersama media agar kiranya masyarakat dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada melalui Bhabinkamtibmas yang ada di Kelurahan masing-masing. Hal ini dimaksudkan supaya permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan di antara yang berselisih.(fik)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video