11 Hari Jelang Pemungutan Suara, Kampanye Kandidat Pilpres Afghanistan Dibom

By Bermadah 18 Sep 2019, 03:49:42 WIB Internasional
11 Hari Jelang Pemungutan Suara, Kampanye Kandidat Pilpres Afghanistan Dibom

Keterangan Gambar : Ilustrasi ledakan bom di Afghanistan. (AFP PHOTO / WAKIL KOHSAR)


BERMADAH.CO.ID, AFGHANISTAN - Ledakan bom terjadi di dalam kegiatan kampanye calon petahana pemilihan presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. Namun, Ghani selamat dalam kejadian itu. Sedangkan , kelompok milisi Taliban diberitakan menyatakan bertanggung jawab.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (17/9), insiden itu terjadi di Kota Charikar, Provinsi Parwan. Pelaku mengendarai sepeda motor dan memicu bom di dekat kerumunan simpatisan Ghani.

Sementara, dalam kejadian itu 24 orang dilaporkan meninggal di tempat, dan melukai sejumlah orang lainnya.

"Di antara korban ada perempuan dan anak-anak. Jumlah korban masih bisa bertambah," kata Kepala Rumah Sakit Parwan, Abdul Qasim Sangin seperti diberitakan.

Peristiwa ini terjadi 11 hari menjelang pemungutan suara dalam pilpres Afghanistan. Ghani akan bersaing memperebutkan masa jabatan kedua dengan sejumlah calon lainnya.

Taliban menyatakan serangan itu ditujukan kepada aparat keamanan setempat, dan bukan warga sipil. Namun, mereka menyatakan jauh-jauh hari sudah memperingatkan supaya penduduk tidak menghadiri kampanye calon presiden.

"Kami sudah memperingatkan para penduduk. Jangan terlibat dalam kampanye pemerintah boneka ini, karena kegiatan itu menjadi target serangan kami. Kalau peringatan ini diabaikan, maka akan ada korban dan mereka harus menyalahkan diri sendiri," demikian isi pernyataan Taliban.

Terpisah, ledakan bom juga terjadi di Ibu Kota Kabul. Lokasinya berada di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Dalam kejadian itu, enam orang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Taliban juga menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Pemungutan suara dalam Pilpres Afghanistan bakal dilakukan pada 28 September mendatang. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menyatakan bakal maju lagi sebagai petahana dalam pilpres tahun ini.

Dia akan bersaing dengan 17 kandidat lainnya. Mantan pejabat Bank Dunia itu berhasil unggul dalam pilpres 2014 lalu. 

Pesaing utama Ghani adalah Abdullah Abdullah. Dia saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Taliban sampai saat ini juga menolak berunding dengan pemerintah Afghanistan. Mereka menyatakan sampai detik ini tidak mengakui pemerintahan itu karena dianggap hanya akal-akalan AS.

Diberitakan pula, pada akhir Juli lalu, ledakan bom dan penembakan terjadi di kantor tim pemenangan kandidat pilpres sekaligus Wakil Presiden Afghanistan, Amrullah Saleh. Dia selamat meski mengalami luka-luka.(***)

Sumber: cnnindonesia.com

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video