Akses Jalan Desa Terendam Banjir, Polisi Gendong Siswa SD
Desa Rantau Mapesai dengan Desa Pulau Gajah, Kecamatan Rengat

By Bermadah 07 Nov 2018, 21:03:31 WIB Inhu
Akses Jalan Desa Terendam Banjir, Polisi Gendong Siswa SD

Keterangan Gambar : Brigadir Masrizal membantu salah seorang siswa SD yang akan menyeberang jalan poros desa yang terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa, Rabu (7/11/2018). (Dok/Bhabinkamtibmas)


BERMADAH.CO.ID, INHU - Akibat akses jalan penghubung dua desa, yakni Desa Rantau Mapesai dengan Desa Pulau Gajah di Kecamatan Rengat terendam banjir sejak beberapa hari terakhir ini, membuat warga sekitar khususnya anak- anak sedikit kesulitan untuk melewatinya.
Debit air yang menggenangi jalan hingga lutut orang dewasa itu menyulitkan bagi warga khususnya anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) yang berada di dua desa tersebut. Selain debit air dalam, juga kondisi arus air sangat deras dan sangat berbahaya jika dillalui anak- anak sekolah.

Akibat dari itu, petugas Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu harus membuat kawat seling baja untuk dijadikan pegangan bagi penyeberang jalan. Itupun jalan tersebut hanya bisa dilalui orang dewasa saja. Sedangkan untuk anak-anak harus didampingi petugas yang standby di lokasi.

Adalah Bhabinkamtimas Desa Rantau Mapesai Kecamatan Rengat Brigadir Masrizal bersama personel KPBD Inhu secara bersama-sama membantu warga yang akan melewati jalan tersebut. Bahkan, tidak segan-segan menggendong anak siswa Sekolah Dasar (SD) yang akan pulang sekolah hendak menyeberangi jalan itu.
 "Kebetulan anak-anak sekolah itu mau pulang dari sekolah, ada yang dijemput orangtuanya ada yang pulang sendirian. Karena arusnya deras jadi tidak bisa dilalui oleh semua anak sekolah itu, ya saya inisiatif menggendong," kata Brigadir Masrizal, Rabu (7/11/2018).

Menurut Masrizal, jalan itu merupakan akses utama, sehingga banyak warga yang mengantri untuk bisa melintasi jalan tersebut. Akibatnya, petugas harus bergerak cepat untuk menyeberangkan anak-anak sekolah tersebut. 
Ditambahkannya, bahwa debit air Sungai Indragiri terus meningkat selama beberapa hari terakhir ini. Dampaknya wilayah mereka yang termasuk daerah rawa menjadi salah satu daerah yang terkena dampak peningkatan debit air sungai itu. 

"Ada 10 KK di Desa Rantau Mepasai yang terendam rumahnya," jelasnya.

Kendati begitu tidak ada sekolah yang terendam banjir, sehingga anak-anak tersebut masih bisa sekolah. Untuk itu, pihak KPBD Inhu bersama Polres Inhu terus melakukan patroli didaerah-daerah yang rawan banjir dan memantau lokasi dimana saja pemukiman warga yang terpapar banjir tersebut.(yuz)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video