Bencana Gempa dan Tsunami di Sulteng, KPU Imbau Tak Dijadikan Komoditas Politik

By Bermadah 02 Okt 2018, 00:18:30 WIB Politik
Bencana Gempa dan Tsunami di Sulteng, KPU Imbau Tak Dijadikan Komoditas Politik

Keterangan Gambar : Ilustrasi


BERMADAH.CO.ID, JAKARTA - Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau agar bencana tidak dijadikan komoditas politik, melainkan, agar kampanye dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan. Namun, KPU tidak bisa menghentikan tahapan kampanye di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terkena bencana Gempa dan Tsunami.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, dalam aturannya masa kampanye diawali sejak tiga hari setelah penetapan daftar calon tetap (DCT) hingga 13 April 2019.

"Jadi jelas. Itu bunyi undang-undangnya. Jadi kalau kemudian KPU diminta untuk menghentikan kegiatan tahapan kampanye, itu hal yang tidak mungkin. Tetapi, kita juga sama-sama memahami bahwa bencana alam, Dempa disertai Tsunami itukan bencana alam kan ya, mestinya dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan. Sehingga, kita juga mengimbau kepada semua peserta pemilu untuk tidak menjadikan bencana alam di Sulteng, juga di tempat-tempat lainnya sebagai komoditas politik," ujarnya, Senin (1/10/2018), seperti diberitakan sindonews.com.

Baca Juga : Kunjungi Palu, Presiden Jokowi Tekankan Evakuasi dan Prioritaskan Penanganan Korban
 

Pihak KPU, sebutnya, bisa memahami pendapat sejumlah pihak yang menginginkan agar kampanye di daerah bencana dihentikan sementara.

Sementara, terkait pemberian bantuan kepada korban bencana oleh parpol atau pihak-pihak yang terkait pemilu, Wahyu mengatakan, bahwa dalam kampanye itu ada banyak metode.

"Tetapi tentu saja KPU tak bisa hentikan tahapan kampanye. Jadi kalau mau berikan bantuan kemanusiaan, sebaiknya juga tidak gunakan embel-embel tertentu. Kemanusiaan ya kemanusiaan aja. Jangan gunakan atribut, simbol atau hal-hal lain terkait dalam Pemilu 2019," ungkapnya.(red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video