Berkas Perkara Dugaan Suap Pengajuan Revisi Ahli Fungsi Hutan Riau 2014 Dilimpahkan ke PN Pekanbaru

By Bermadah 16 Jun 2020, 11:48:51 WIB Hukrim
Berkas Perkara Dugaan Suap Pengajuan Revisi Ahli Fungsi Hutan Riau 2014 Dilimpahkan ke PN Pekanbaru

Keterangan Gambar : Ilustrasi


BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Berkas perkara kasus dugaan suap pengajuan revisi ahli fungsi hutan Provinsi Riau tahun 2014 lalu dengan terdakwa Suheri Terta sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/6/2020).

Hal itu dibenarkan Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Firki. Dirinya mengatakan penahanan terhadap terdakwa yang juga sebagai Legal Manager PT Duta Palma beralih ke Majelis Hakim.

"Untuk sidang terdakwa (Suheri Terta-red) diagendakan secara online," katanya.

Dalam kasus yang menimpa Suheri Terta itu, dirinya yang sebagai terdakwa didakwa dengan dakwaan alternatif yakni Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau Pasal 13 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Proses penyidikan sudah dilakukan upaya pemanggilan atau pemeriksaan saksi sebanyak 34 orang," lanjut Ali.

Untuk diketahui, kasus ini adalah hasil pengembangan dari KPK yang berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 25 September 2014 lalu.

Dalam OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp2 miliar dalam pecahan US Dollar. Selain itu KPK juga menjerat Annas Maamun yang saat itu masih menjabat Gibernur Riau dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung.

Berjalannya proses penyelidikan dan penyidikan, akhirnya kedua orang ini telah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta di Mahkama Agung.

Dari bukti-bukti yang ditemukan, SRT dan SUD diduga terkait dalam pemberian hadiah terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau ke Kementerian Kehutanan Tahun 2014. 

Kemudian SUD diduga menawarkan Annas Maamun free Rp8 miliar melalui Gulat dan SRT memberi Rp3 miliar, menyebutkan apabila areal perkebunan perusahaannya masuk dalam revisi SK Menteri Kehutanan tentang perubahan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan. 

Diketahui, uang diduga berasal dari PT Palma Satu yang juga diduga terkait kepentingan korporasi. Lalu, Annas menginstruksikan bawahannya di Dinas Kehutanan untuk memasukan lahan atau kawasan perkebunan yang diajukan oleh SRT dan SUD dalam peta lampiran surat gubernur. Uang itu diduga terkait kepentingan PT Palma Satu.(fik)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video