Demo Memanas, Massa Bakar Mobil Milik Perusahaan

By Bermadah 09 Feb 2019, 16:13:18 WIB Inhu
Demo Memanas, Massa Bakar Mobil Milik Perusahaan

Keterangan Gambar : Dua unit mobil milik PT CSS dibakar massa saat menggelar aksi demo, Jum'at 8 Februari 2019


BERMADAH.CO.ID, INHU - Unjuk rasa hari kedua yang dilakukan oleh ribuan warga dari Dusun IV dan Dusun V Desa Pauh Ranap dan juga Dusun Estapet Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu pada Jumat 8 Februari 2019 berujung ricuh.

Akibatnya, dua unit mobil double cabin jenis Ranger Nopol BM 9572 AQ serta jenis Strada Nopol BM 8072 TA milik PT Citra Sumber Sejahtera (CSS) dibakar massa. Yang sebelumnya dirusak massa menggunakan kayu dan disandera sejak Kamis 7 Februari 2019.

Diduga, puncak emosi ribuan massa mulai tersulut disebabkan tidak satu pun perwakilan pemerintah daerah, bahkan Kepala Desa Pauh Ranap hadir ke lokasi demo sampai pukul 15.00 WIB.

Beruntung, sekira pukul 16.00 WIB rombongan aparat kepolisian yang dipimpin Kapolsek Peranap Iptu Sutarja bersama dengan Kepala Desa Pauh Ranap, Amri, tiba di lokasi demo sekaligus meredam emosi massa.

“Kenapa harus ada pembakaran,” ujar Kapolsek, kepada massa. Pernyataan Kapolsek itu dijawab massa. “Kembalikan hak kami, jangan lagi kami dijajah. Sebab, ini lahan sudah kami beli dengan bukti SKGR yang diterbitkan Kepala Desa,” sebut massa.

Menurut Kapolsek, rombongan terlambat hadir ke tengah massa karena sebelumnya polisi bersama Kesbangpol Pemkab Inhu dan Camat Batang Peranap melakukan rapat dadakan terkait situasi demo di Rengat.

Sementara itu, Kepala Dusun V Citra Desa Pauh Ranap selaku koordinator demo, Bambang, menjelaskan, urgensi demo digelar ribuan orang karena ulah PT CSS yang dituding telah menyerobot ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan yang sudah diolah warga Desa Pesajian dan Desa Pauh Ranap selama ini.

Sedangkan Kepala Desa Pauh Ranap, Amri, mengatakan, tuntutan masyarakat ke PT CSS untuk mengembalikan ribuan hektar lahan warga akan dimediasi bersama perusahaan pada Rabu 13 Februari 2019 mendatang di kantor Kesbangpol Pemkab Inhu di Pematangreba.

Kendati demikian, ajakan mediasi itu ditolak massa dan mendesak tuntutan warga harus terjawab.

Alasan massa menolak tawaran mediasi terinspirasi dari persoalan konflik lahan masyarakat dengan PT Citra Sumber Sejahtera (CSS) dari tahun 2006 sampai kini tidak kunjung usai. Bahkan, warga menyebut aksi penyerobotan lahan oleh PT CSS terjadi.

Sementara itu, di tempat terpisah, Hendri Dunan Pakpahan (44), warga Dusun V Citra mengatakan akibat demo pada Kamis 7 Februari 2019 kemarin, satu unit mobil Colt Diesel Nopol BM 8447 BU miliknya rusak berat.

“Semalam, massa dengan sekuriti PT CSS saling lempar pakai batu. Bahkan, oknum aparat melakukan tembakan peringatan,” jelas Dunan. (yuz)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video