Desember Ini, Gerhana Matahari Cincin akan Tampak di Beberapa Wilayah Indonesia

By Bermadah 01 Des 2019, 15:32:51 WIB Teknologi
Desember Ini, Gerhana Matahari Cincin akan Tampak di Beberapa Wilayah Indonesia

Keterangan Gambar : Gerhana Matahari Cincin kali ini akan tampak di beberapa wilayah Indonesia. Foto/EarthSky


BERMADAH.CO.ID, JAKARTA - pada 26 Desember mendatang, Planetarium dan Observatorium Jakarta memprediksi, tiga benda langit yaitu Matahari, Bulan, dan Bumi akan berada dalam satu bidang garis.

Garis edar revolusi Bulan terhadap Bumi berbentuk elips, sama halnya dengan garis edar revolusi Bumi terhadap Matahari. Sehingga kadang Bulan dapat berada pada posisi terdekat/terjauh dari Bumi, begitu pula Bumi yang kadang dapat berada pada posisi terdekat/terjauh dari Matahari.

"Pada 26 desember 2019, nanti posisi Bulan sedang mendekati titik terjauhnya dengan Bumi. Sementara Bumi sedang mendekati titik terdekatnya dengan Matahari," kata Kepala Satuan Pelaksana Teknis Pertunjukan dan Publikasi UP PKJ Taman Ismail Marzuki, Eko Wahyu Wibowo kepada SINDOnews, Sabtu (30/11/2019).

Diberitakan, Gerhana Matahari Cincin kali ini akan tampak di beberapa wilayah Indonesia, mulai dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Batam, Kepulauan Riau Singkawang, Kalimantan Barat sebagian Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Dikatakannya, piringan Bulan tampak lebih kecil dibandingkan piringan Matahari yang mengakibatkan piringan Bulan tidak dapat menutup seluruh piringan Matahari saat terjadi gerhana, menyisakan lingkaran dipinggirnya. Secara astronomi fenomena itu disebut Gerhana Matahari Cincin.

"Gerhana Matahari Cincin kali ini akan tampak di beberapa wilayah Indonesia, mulai dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Batam, Kepulauan Riau; Singkawang, Kalimantan Barat; sebagian Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur," sebut Eko.

Sementara, kata Eko, untuk wilayah Jakarta juga akan menyaksikan fenomena alam ini. Namun, karena wilayah Jakarta tidak dilewati bayang utama (umbra), maka yang disaksikan berupa Gerhana Matahari Parsial.

Pada langit Jakarta, sebutnya, sekira pukul 10.42 WIB, Bulan mulai bergerak menutupi Matahari. Puncaknya pukul 12.36 WIB di mana Matahari akan tertutup 72% oleh Bulan sehingga cahayanya akan redup dan berakhir pukul 14.23 WIB.

Namun demikian, terang Eko, peristiwa fenomena alam ini tidak bisa dilihat oleh mata langsung mengingat kuatnya pancaran cahaya Matahari yang dapat merusak mata.

Sehubungan dengan hal tersebut, Planetarium dan Observatorium Jakarta sebagai pusat sains dan edukasi astronomi akan memfasilitasi masyarakat yang akan mengamati fenomena ini. Mereka akan membagikan 5.700 kacamata khusus dilengkapi filter jenis ND5 yang mampu meredupkan cahaya matahari hingga 100.000 kali kepada masyarakat secara gratis.

"Syaratnya cukup datang ke Planetarium dan Observatorium Jakarta pada tanggal 26 Desember 2019 mulai pagi hari. Satu orang hanya mendapatkan satu kacamata selama kuota tersedia," kata dia.

Bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kacamata tersebut, maka akan disediakan teropong khusus sebanyak 10 buah yang dilengkapi filter ND5 dan didampingi para astronom.(***)

Sumber: sindonews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video