Dua Tersangka Tambahan Korupsi Cetak Sawah Ditahan Kejaksaan

By Bermadah 23 Mei 2019, 20:59:07 WIB Hukrim
Dua Tersangka Tambahan Korupsi Cetak Sawah Ditahan Kejaksaan

BERMADAH.CO.ID, PELALAWAN - Setelah Dua terdakwa korupsi cetak sawah kelompok tani Bina  Permai Desa Gambut Mutiara yaitu Jumaling dan Kharuddin divonis seragam yakni hukuman penjara enam bulan dan denda Rp 300 juta. Selanjutnya pengembangan dua tersangka tambahan Sutrisno dan Muhammad Yunus ditahan Kejaksaan Negeri Pelalawan sejak Kamis 23 Mei 2019. Ditahan di Rutan Pekanbaru. 

Hal ini disampaikan Kejari Pelalawan Nophy T Suoth SH MH melalui Kasipidsus Andre Antonius SH, Kamis (23/5/2019) di kantor Kejari Pangkalan Kerinci.

Dikatakan Kasipidsus, bahwa Sutrisno dan Muhammad Yunus tersangka proyek bantuan cetak sawah baru APBD 2012 Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan ditahan. 

Keduanya ditahan pengembangan penyidikan dugaan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti tahun 2012.

"Dari pengembangan penyidikan 
Bahwa tersangka Muhammad Yunus, SP alias M Yunus merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam kegiatan cetak sawah baru untuk kelompok tani Bina Permai di Desa Gambut Mutiara tahun anggaran 2012 telah menerima uang sebesar 185 juta rupiah dari saksi Jumaling selaku Ketua kelompok tani Bina Permai. Yang mana uang tersebut merupakan anggaran dana bantuan kegiatan cetak sawah baru untuk kelompok tani Bina Permai yang peruntukannya untuk membeli saprodi sebagai mana RUKK namun pada kenyataannya saprodi tersebut tidak pernah dibeli oleh tersangka dan justru tersangka membuat dan melampirkan bukti pendukung fiktif dalam LPJ dan menandatangani surat pernyataan seolah-olah kegiatan tersebut telah diselesaikan dengan baik dan dapat dikelola padahal pada kenyataannya anggaran untuk kegiatan tersebut dibagi-bagi oleh saksi Jumaling kepada tersangka, saksi Sutrisno, saksi Kaharuddin dan almarhum Jonipen sehingga mengakibatkan kerugian negara sebagaimana tidak terselesaikannya pekerjaan secara keseluruhan sebesar 1 Miliyar rupiah," ungkap Kasipidsus.

Sutrisno ditahan sebagai Tersangka sewaktu itu PPTK kegiatan cetak sawah. Sutrisno saat ini pensiun ASN dan mantan Kepala UPTD Teluk Meranti Badan Ketahanan Pangan dan Holtikultura pada kegiatan Bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti tahun 2012.

M Yunus, PNS PPL Pertanian Desa Gambut Mutiara Teluk Meranti sebagai petugas lapangan pada kegiatan Bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti tahun 2012.

Kasus pertama penyelewengan kegiatan Bantuan cetak sawah di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti dengan terdakwa Jumaling dan Kharuddin telah divonis  penjara enam bulan dan denda Rp 300 juta oleh hakim PN Tipikor. 

Namun, kasus korupsi cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti terus dikembangkan.

Proyek kegiatan Bantuan cetak sawah "mangkrak" senilai Rp 1 Milliar itu dikembangkan dengan sasaran pejabat berwenang. Jaksa membidik tersangka lain yang diduga ikut bertanggungjawab atas proyek tersebut. 

Jaksa lebih spesifik mengarah ke pejabat terkait di Pemda Pelalawan yang mengetahui perjalanan proyek ini.

Pejabat Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan sewaktu kegiatan Bantuan cetak sawah tahun 2012 di kelompok tani Bina Permai Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti, A, sewaktu dikonfirmasi sedang dalam perjalanan mengatakan belum mengetahui penahanan mantan bawahannya itu. "Ya saya dalam perjalanan menuju Pekanbaru. Belum mengetahui ada penahanan dari Kejaksaan," ujarnya melalui sambungan telepon.(EP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video