Gempa Disertai Tsunami di Sulawesi Tengah Akibatkan Korban Jiwa

By Bermadah 29 Sep 2018, 02:45:51 WIB Nasional
Gempa Disertai Tsunami di Sulawesi Tengah Akibatkan Korban Jiwa

BERMADAH.CO.ID, SULAWESI TENGAH - Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 pada skala Richter kembali mengguncang Kota Palu, Jumat sekitar, pukul 15.30 Wita, setelah gempa 5,1 SR. Menurut data yang dikutip dari website BMKG, lokasi gempa ini terletak pada koordinat 0.35 LS dan 119,82 BT atau delapan kilometer barat laut Kota Donggala atau 60 kilometer utara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran gemopa tidak berlangsung lama, hanya beberapa detik, namun cukup membuat masyarakat berlarian keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan buruk akibat gempa. Gempa susulan juga beberapa kali terjadi, hingga gempa berkekuatan lebih besar, lebih dari 7 skala Richte.

BNPB: Tsunami terjang Pantai Talise, Palu, dan Donggala

Setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter, Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan terjadi tsunami di Pantai Talise, Palu, dan pantai di Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Disampaikan Sutopo, Tsunami tersebut mengakibatkan korban jiwa. BNPB masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban jiwa. Korban yang meninggal itu, kata Sutopo, karena tertimpa bangunan roboh.

Selain itu, sebutnya, Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai, dan jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan.

Dikatakannya, penanganan darurat terus dilakukan. Petugas BPBD, TNI, Polri, Badan SAR Nasional, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Sementara, korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan.

Selain itu, kata Sutopo, padamnya listrik menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Operator komunikasi, terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat.

Tsunami ini terjadi setelah Gempa Bumi 7,4 SR yang mengguncang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada pukul 17.02 WIB. Pusat gempa.

Pihak BMKG mengaktivasi peringatan dini Tsunami dengan status Siaga dengan tinggi potensi tsunami 0,5 – 3 meter di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada dengan tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami sejak pukul 18.36 WIB.

Koordinasikan Penanganan Gempa

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menko Polhukan Wiranto mengkoordinasikan penanganan dampak gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah pada Jumat petang.

Selain itu, Presiden Jokowi juga sudah menelpon Panglima TNI dan memerintahkan untuk bersama-sama menangani bencana itu terutama yang berkaitan dengan penanganan darurat baik pencarian korban, evakuasi dan menyiapkan kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyatakan ikut berduka cita atas terjadinya gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala, Palu dan sekitarnya di Sulteng.

Presiden Jokowi mengimbau seluruh masyarakat terutama yang berada di Donggala, Palu dan sekitarnya, agar tetap tenang tetapi juga tetap waspada.

TNI Apel Malam Menuju Donggala

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar apel malam, sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, setelah rangkaian gempa bumi mengguncang wilayah itu.

Unsur TNI yang diberangkatkan itu adalah personel batalion zeni tempur Kostrad, KRI dr Soeharso-990, dan batalion kesehatan Korps Marinir TNI AL.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, seluruh unsur bantuan itu akan diberangkatkan menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules pada Sabtu (29/9/2018) pukul 04.00 dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, dan diperkirakan tiba pukul 08.00 waktu setempat.

Dijelaskan Panglima, pasukan tidak dapat diberangkatkan malam ini (Jumat, 28/9/2018), karena belum diketahui secara pasti kondisi bandara Palu terkini, apakah bisa didarati atau tidak.

Selain itu, juga akan dilakukan pula pemantauan udara untuk memetakan tingkat kerusakan di wilayah yang diguncang bencana, termasuk untuk memastikan kondisi landasan yang akan didarati pesawat Hercules yang membawa bantuan.

Pesawat Hercules dijadwalkan mendarat di Palu. "Jika, tidak memungkinkan, maka pesawat akan mendarat di Mamuju, ujarnya.(red)

Sumber : Antaranews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video