Iran Akan Luncurkan Roket Antariksa, Begini Respon AS

By Bermadah 05 Jan 2019, 01:16:57 WIB Internasional
Iran Akan Luncurkan Roket Antariksa, Begini Respon AS

Keterangan Gambar : Ilustrasi roket Iran. (Tasnim News Agency/Handout via Reuters). cnnindonesia.com


BERMADAH.CO.ID, IRAN - Pemerintah Iran akan meluncurkan tiga roket antariksa yang bisa membawa satelit. Namun, pemerintah Amerika Serikat (AS) merespon dengan memperingatkan negara itu bakal melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa jika berkeras melakukannya.

Menurut Wakil Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ghasem Taghizadeh, rencana pelucnuran roket antariksa itu akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang. Negara itu menyatakan melihat potensi ekonomi dalam program satelit, yang bisa menjadi pemasukan negara dan juga digunakan untuk kepentingan intelijen.

"Seluruh satelit ini dibuat dengan kemampuan kami sendiri, dan akan ditempatkan di ketinggian yang berbeda," kata Taghizadeh kepada kantor berita Iran, ISNA, seperti dikutip AFP, Jumat (4/1/2019).

Namun, pihak AS mempunyai pandangan berbeda. Mereka menganggap roket Iran itu bisa dengan mudah diubah untuk pengembangan rudal jarak jauh.

Dikatakan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, teknologi yang digunakan Iran dalam membuat roket antariksa sama dengan yang dipakai dalam rudal balistik. Mereka khawatir jika roket itu berhasil maka Iran bisa membuat rudal yang mencapai AS.

"AS tidak akan diam saja melihat kebijakan rezim Iran yang merusak membuat stabilitas dan keamanan dunia dalam bahaya," kata Pompeo.

Pompeo menyatakan, jika Iran nekat meluncurkan roket antariksa itu, mereka melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 yang diputuskan pada 2015 lalu. Isi keputusan itu adalah meminta Iran menghentikan program nuklir serta tidak melakukan kegiatan apapun yang terkait dengan pengembangan rudal balistik yang bisa membawa senjata nuklir.

"Kami mengimbau Iran untuk mempertimbangkan peluncuran dan menghentikan seluruh aktivitas yang terkait dengan rudal balistik, untuk menghindari isolasi diplomatik dan ekonomi yang lebih dalam," kata Pompeo.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyangkal semua argumen Pompeo.

"AS juga melakukan pelanggaran yang sama dan mereka tidak dalam posisi untuk mengajari siapapun," cuit Zarif melalui akun Twitternya.

Pernyataan Zarif tersebut merujuk pada kesepakatan penghentian program pengayaan Uranium yang diteken Iran dengan mantan Presiden Barack Obama. Namun, perjanjian itu dibatalkan oleh Presiden Donald Trump pada 2018.(***)

Sumber : cnnindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video