Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Pembom Amerika Serikat

By Bermadah 01 Sep 2020, 01:36:56 WIB Internasional
Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Pembom Amerika Serikat

Keterangan Gambar : Sebuah jet tempur Su-27 Rusia mencegat pesawat pembom B-52 Amerika Serikat dalam jarak 100 kaki di atas Laut Hitam. Foto/Militer AS. (sindonews.com)


BERMADAH.CO.ID, AMERIKA SERIKAT - Aksi pencegatan atau intersepsi Jet Tempur Rusia SU-27 terhadap pesawat pembom Amerika Serikat (AS) B-52 pada Jumat lalu membuat Pentagon marah. Aksi pencegatan itu hanya berjarak sekitar 100 kaki atau sekitar 30,4 meter.

Melalui Departemen Pertahanan Amerika mencelanya sebagai intersepsi tidak aman dan tidak profesional.

Kemarahan Pentagon disampaikan ketika merilis video baru dari kejadian tersebut yang dilansir sejumlah media pada Minggu (30/8/2020) malam.

Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan mengatakan pesawat pembom B-52 sedang melakukan "operasi rutin" di atas Laut Hitam pada Jumat pagi ketika dua jet tempur Su-27 Rusia menyeberang dalam jarak 100 kaki.

Diberitakan, dalam satu adegan yang sangat mengkhawatirkan, salah satu jet tempur Su-27 terlihat menarik di sebelah sayap kiri B-52 sebelum berbelok tepat di depan hidungnya.

Dalam istilah penerbangan militer, manuver berbahaya pilot Rusia itu sering disebut sebagai "thumping" atau "head-butt", dengan beralih ke mode afterburner.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam penerbangan modern, ketika pilot mengaktifkan afterburner, ia menyuntikkan bahan bakar langsung ke aliran knalpot mesin turbin, meningkatkan daya dorong sehingga pesawat dapat berakselerasi.

Seperti dikutip Sputnik, pihak Pentagon mengatakan manuver yang berulang menyebabkan turbulensi untuk B-52, sehingga sulit bagi pilot untuk mempertahankan kendali pesawat.

"Tindakan seperti ini meningkatkan potensi tabrakan di udara, tidak perlu, dan tidak konsisten dengan pengawalan udara yang baik dan aturan penerbangan internasional," kata komandan Angkatan Udara AS di Eropa-Afrika, Jenderal Jeff Harrigian.

"Kami mengharapkan mereka untuk beroperasi dalam standar internasional yang ditetapkan untuk memastikan keselamatan dan mencegah kecelakaan," ujarnya.

Sedangkan Pemerintah Rusia tidak sependapat dengan penilaian Amerika atas insiden tersebut. Kementerian Pertahanan di Moskow mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa B-52 Amerika mendekati perbatasan negara Federasi Rusia.

"Untuk mengidentifikasi target udara dan mencegah pelanggaran perbatasan negara Rusia, dua pesawat tempur Su-27 dilesatkan ke udara," kata Kementerian Pertahanan Rusia. 

"Setelah pesawat militer asing berbalik dari perbatasan negara, pesawat tempur Rusia dengan selamat kembali ke lapangan terbang asal," lanjut pernyataan tersebut.

Kementerian itu menyebut, seluruh penerbangan pesawat tempur Su-27 Rusia dilakukan secara ketat sesuai dengan aturan internasional untuk penggunaan wilayah udara.

"Pesawat Amerika tidak diizinkan melanggar perbatasan negara Federasi Rusia," kata Kementerian tersebut.

Dari pemberitaan pula, Pesawat Rusia dan Amerika sering mencegat satu sama lain di wilayah udara internasional yang berbatasan dengan wilayah sensitif dengan signifikansi geopolitik.

Insiden tersebut adalah indikator terbaru dari meningkatnya ketegangan militer antara dua musuh bebuyutan era Perang Dingin tersebut.

Pada Kamis lalu, militer Rusia menyalahkan pasukan AS atas tabrakan kendaraan militer Rusia dan AS di timur laut Suriah.

Pejabat AS mengatakan Rabu bahwa sebuah kendaraan Rusia menabrak kendaraan militer lapis baja ringan AS, melukai empat tentara Amerika, sementara dua helikopter Rusia terbang di atas, satu di antaranya berada 70 kaki dari kendaraan militer AS.

Sementara itu, pada hari Jumat, militer AS menerbangkan pembom B-52 ke 30 negara anggota NATO dalam apa yang dianggap oleh pengamat sebagai unjuk kekuatan yang dimaksudkan untuk menghilangkan keraguan tentang komitmen Washington terhadap aliansi tersebut.

"Enam pembom strategis B-52 Stratofortress Angkatan Udara AS akan terbang di atas 30 negara NATO di Eropa dan Amerika Utara pada 28 Agustus," kata Komando Eropa AS dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Sedangkan mentara itu, Angkatan Laut Rusia melakukan latihan perang besar-besaran di dekat Alaska yang melibatkan puluhan kapal dan pesawat. Menurut militer Moskow, latihan perang semacam itu merupakan yang terbesar di wilayah tersebut sejak era Soviet.

Terkait itu, menurut Kepala Angkatan Laut Rusia, Laksamana Nikolai Yevmenov, bahwa lebih dari 50 kapal perang dan sekitar 40 pesawat ikut serta dalam latihan di Laut Bering, yang melibatkan beberapa latihan peluncuran rudal.

"Kami mengadakan latihan besar-besaran di sana untuk pertama kalinya," kata Yevmenov dalam pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Sebagai bagian dari latihan, kapal selam nuklir Rusia Omsk muncul di dekat Alaska pada hari Kamis.(***)

Sumber: sindonews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video