Kades Pulau Gelang Apresiasi Pemadaman Api oleh Tim 8 Satgas Karhutla Kodim 0302/Inhu
Aprizal: Saya Sangat Respect ke Pak Dandim

By Bermadah 12 Agu 2019, 17:49:14 WIB Inhu
Kades Pulau Gelang Apresiasi Pemadaman Api oleh Tim 8 Satgas Karhutla Kodim 0302/Inhu

BERMADAH.CO.ID, INHU - Terkait kunjungan Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Hendra Roza SIP bersama puluhan personel Kodim 0302/Inhu ke Dusun Ingin Jaya, Desa Pulau Gelang, Kecamatan Kuala Cenaku pada Sabtu 10 Agustus 2019 kemarin, Kades Pulau Gelang Aprizal memberikan apresiasi yang tinggi.

Dikatakan Aprizal, kedatangan Dandim bersama anggotanya untuk melakukan pemadaman api di areal lahan gambut di desanya. 

Meski medan yang berat menuju ke lokasi kebakaran, namun Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bentukan Kodim 0302/Inhu tetap bersemangat dan kerja keras, sehingga api dapat di padamkan.

"Selain pemadaman juga di lakukan pencegahan agar lahan yang terbakar tidak meluas. Meski dengan menggunakan alat seadanya dan juga secara manual namun tim mampu bekerja maksimal," kata Kades Pulau Gelang, Aprizal, Senin 12 Agustus 2019.

Dikatakan Aprizal, bahwa sejak dua bulan terakhir ini, Tim Satgas Karhutla Kodim 0302/Inhu telah melakukan sosialisasi di Desa Pulau Gelang tentang bahaya membuka lahan dengan cara di bakar serta pencegahannya.

"Di bantu personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pulau Gelang, Tim Satgas Karhutla Kodim 0302/Inhu setiap hari bersosialisasi ke tengah-tengah masyarakat, khususnya para petani atau pemilik lahan. Alhamdulillah, upaya kita dari pemerintah desa dan tim berjalan cukup baik," jelasnya.

Menyoal lahan yang terbakar di Dusun Ingin Jaya yang titik hotspot berjumlah 10, sejak Kamis 8 Agustus 2019 terbakar. Namun, kata dia, pihak PT SBB menyangkal jika lahan yang terbakar itu milik mereka.

"Pihak PT SBB menyangkal jika lahan eks kebun kelapa sawit itu milik mereka. Kami berharap jika memang lahan yang terbakar itu jelas statusnya. Apakah milik perusahaan itu atau milik siapa. Karena sampai kini tidak ada satupun pihak-pihak yang mengaku status lahan tersebut," tegasnya.

Sejak menjabat sebagai Kades Pulau Gelang, Aprizal mengaku belum pernah bertemu dengan pihak managemen PT SBB. 

Sehingga siapa nama pemilik PT SBB dia tidak tahu. Bahkan, jangankan diundang, untuk mengundang managemen PT SBB saja untuk melakukan pertemuan di desanya saja tidak pernah.

"Saya sangat respect dan berterima kasih atas kunjungan Pak Dandim dan Tim 8 Satgas Karhutla ke desa kami ini. Kedatangan beliau sangat berarti bagi kami. Baru kali ini Pak Dandim 0302/Inhu berkunjung ke desa kami untuk melakukan pemadaman api di lahan gambut di desa kami," pungkasnya.

Sejak menjabat selama 18 bulan, Aprizal mempertanyakan bantuan program CSR dari PT SBB. Padahal, seingat dia, sejak tahun 2000 lalu PT SBB hadir di desanya. 

"Terhitung sejak Maret 2018 saya menjabat Kades tapi siapa pemilik lahan yang terbakar itu saya tidak tahu. Pihak PT SBB tidak mengakui lahan seluas 30 hektar itu milikinya. Kini lahan yang terbakar itu sudah mencapai 20 hektar. Bukan tahun ini saja lahan itu terbakar, pernah pada tahun 2014 dan 2015 lahan itu terbakar hebat. Kami bersama personel Kodim 0302/Inhu, Polres Inhu, KPBD Inhu dan MPA Desa Pulau Gelang bersama-sama memadamkannya," terang Aprizal.

Meski sejak 6 bulan lalu, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan MPA Desa Pulau Gelang gencar bersosialisasi tentang bahaya Karhutla, namun entah bagaimana areal lahan gambut seluas 30 hektar itu bisa terbakar. Apakah di sengaja atau kelalaian dia juga tidak tahu.

"Pada Kamis 8 Agustus 2019 lalu, Satgas Karhutla Polres Inhu dan kami warga desa bersama-sama memadamkan. Kami dari pemerintah desa juga terus menggalakan MPA yang berjumlah 6 orang, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus bersosialisasi tentang bahaya membakar lahan dan ancaman hukuman yang akan di terima," jelas Aprizal.

Mengenai pengadaan peralatan atau sarana untuk pemadaman, Aprizal mengaku akan menganggarkannya pada tahun depan. Untuk saat ini masih manual saja. Pengadaan mesin pompa, operasional MPA dan alat transportasi (perahu pompong-red) akan di anggarkan tahun 2020. 

"Karena benturan aturan sehingga tahun ini tidak bisa kami anggarkan. In sya Allah, tahun depan akan kita anggarakan semua yang dibutuhkan. Dananya bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD). Ataupun Dana Desa (DD) untuk bencana alam, kami masukan tahun ini dan tahun depan bisa terealisasi," tutupnya. (yuz)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video