Keponakan Setya Novanto Ajukan Diri jadi Justice Collaborator

By Bermadah 22 Mei 2018, 00:27:49 WIB Nasional
Keponakan Setya Novanto Ajukan Diri jadi Justice Collaborator

Keterangan Gambar : Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto/Jawa Pos


BERMADAH.CO.ID, JAKARTA - Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, mengajukan diri sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap perkara.

"Tadi seperti yang muncul di fakta persidangan, kami konfirmasi bahwa tersangka Iirvanto Hendra Pambudi memang sudah mengajukan diri sebagai justice collaborator ketika proses penyidikan berjalan dan tentu saja kami harus mempertimbangkan terlebih dahulu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Irvanto sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP-el).

Menurut Febri, lembaganya harus melihat terlebih dahulu apakah Irvanto memenuhi syarat sebagai JC mulai dari mengakui perbuatannya, mengungkap pelaku lain, dan memberikan keterangan secara signifikan.

"Itu yang akan kami lihat lebih lanjut dan konsistesi dibutuhkan sampai nanti proses persidangan misalnya dari apa keterangan yang disampaikan pada penyidikan ini, pada persidangan juga perlu lebih konsisten. Kita tunggu saja belum ada penilaian KPK saat ini, kami akan mencermati lebih terlebih dahulu," tuturnya.

Pengajuan Irvanto sebagai JC terungkap dalam fakta persidangan dengan terdakwa mantan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugina Sudihardjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin.

Irvanto sendiri menjadi saksi untuk terdakwa Anang dalam perkara korupsi KTP-el.

Irvanto dalam persidangan itu merinci sejumlah uang yang ia serahkan kepada anggota DPR lainnya yaitu mantan Ketua Komisi II Chairuman Harahap sebesar 500 ribu dolar AS dan satu juta dolar AS, selanjutnya Melchias Markus Mekeng satu juta dolar AS, mantan ketua fraksi Partai Golkar Agun Gunanjar 500 juta dolar AS dan satu juta dolar AS, mantan ketua fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah 500 ribu dolar AS dan 100 ribu dolar AS, anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf 100 ribu dolar AS.

"Ada catatannya, sudah saya ajukan untuk justice collaborator saya," kata Irvanto, seperti dilansir Antara. (red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video