Langgar UU Pemilu, Kepala Desa di Inhil Divonis 8 Bulan Penjara

By Bermadah 04 Feb 2019, 22:33:26 WIB Hukrim
Langgar UU Pemilu, Kepala Desa di Inhil Divonis 8 Bulan Penjara

Keterangan Gambar : Sidang di PN Tembilahan, Senin (4/2/2019). (Foto: Dok. Bawaslu Riau)



BERMADAH.CO.ID, INHIL - Kepala Desa (Kades) Tegal Rejo Jaya, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Syahrial, divonis 8 bulan dan denda Rp 5 juta subsider 2 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tembilahan yang dipimpin Nurmala Sinurat, dengan 2 anggota majelis lainnya Saharudin Ramanda dan Andy Graha, Senin (4/2/2019).

Baca Juga : Terdakwa Kasus Coblos Lebih dari Satu Kali Divonis 24 Bulan Penjara dan Denda Rp24 Juta

Baca Juga : Dimas Divonis 3 Tahun Denda Rp 200 Juta. Ketua Bawaslu Riau: Saya Prihatin, Namun Aturan Harus Tegak

Vonis putusan tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dengan tuntutan hukuman 3 bulan penjara dan denda sebesar Rp 5 juta subsider 2 bulan.

Syahrial dinilai hakim terbukti telah melanggar Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pasal 490 dengan ikut mengajak pemilih memenangkan salah satu caleg. "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 8 bulan dan denda sebesar lima juta rupiah dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan dengan pidana kurungan selama 2 bulan," kata Ketua Majelis Hakim saat membacakan putusannya.

Baca Juga : Gugatan di PTUN, Ilham Muhammad Yasir: KPU Riau Yakin Keputusan Menggugurkan Sudah Tepat

Menanggapi putusan yang dituangkan dalam Petikan Putusan Perkara Pidana dengan nomor 18/PID.SUS/2019/PN TBH ini, Terdakwa Syahrial melalui Kuasa Hukumnya, langsung menyatakan banding. "Terdakwa melalui kuasa hukumnya menyampaikan akan mengambil upaya hukum Banding," ungkap Anggota Bawaslu Kabupaten Inhil Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Rois Habib, SIP usai mengikuti sidang dengan agenda Pembacaan Putusan di Kantor PN Tembilahan kepada Humas Bawaslu Riau.

Dalam siaran pers Bawaslu Riau, Rois menyampaikan, putusan majelis hakim ini hendaknya menjadi pelajaran bagi Kepala Desa dan aparat pemerintah lain untuk tidak melakukan hal serupa dengan melanggar Undang-Undang dan Peraturan Pemilu. "Dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pasal 490 berbunyi setiap Kepala Desa atau sebutan lain yang dengan sengaja membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp12 juta. Inilah yang dilanggar Saudara Syahrial," terangnya.

Selain itu, menurut Rois, kronologis kasus pelanggaran tindak pidana Pemilu ini bermula saat Syahrial yang merupakan Kepala Desa Tegal Rejo Jaya, Kecamatan Pelangiran ikut dan juga memfasilitasi kegiatan Silaturahmi Caleg DPR RI di Desa Teluk Sungka, Kecamatan Gaung Anak Serka pada 5 Desember 2018 lalu. Pada kesempatan tersebut, Syahrial secara terang-terangan mengajak untuk memenangkan caleg pilihannya tanpa ia sadari bahwa kegiatan tersebut direkam oleh salah seorang Pengawas Kelurahan/Desa setempat.

Namun, hal yang dinilai melanggar undang-undang Pemilu yang dilakukan Syahrial tersebut baru diketahui oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir pada tanggal 14 Desember 2018, sebab baik PKD maupun Panwaslu Kecamatan GAS tidak mengetahui jika Syahrial merupakan seorang Kepala Desa. "Setelah kita lakukan penelusuran, maka pada tanggal 14 Desember tersebut langsung kita buatkan Form Temuan dan selanjutnya kasusnya terus kita proses hingga saat ini," kata Rois.

Dijelaskannya, tanggal 18 dan 19 Desember 2018, Bawaslu Kabupaten Inhil melakukan Klarifikasi saksi-saksi. Tanggal 7 Januari 2019, Bawaslu Kabupaten Inhil bersama dengan Kepolisian dan Jaksa yang tergabung dalam Sentra Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu) melakukan rapat penyerahan berkas ke pihak kepolisian berdasarkan hasil rapat ke Dua (SG-2).

Pada 18 Januari 2019, Rapat Sentra Gakkumdu ke tiga (SG-3) dilakukan dengan melibatkan pihak penyidik kepolisian. Dan di tanggal yang sama dilakukan penyampaian berkas ke Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Inhil.(***)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video