Misi Kemanusiaan FPR-APSI-KPJ, Dari Panti Asuhan Hingga Duka Balaroa

By Bermadah 08 Nov 2018, 00:33:36 WIB Riau
Misi Kemanusiaan FPR-APSI-KPJ, Dari Panti Asuhan Hingga Duka Balaroa

Keterangan Gambar : Tun Akhyar, Ketua Dewan Kehormatan FPR


BERMADAH.CO.ID, PALU - Yayasan Islamic Center Al Ghozali Bogor dan Travel Kaili Wisata Palu yang bergabung dengan tim Kemanusiaan Forum Pemred Riau (FPR), Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau dan Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Pekanbaru melanjutkan penyerahan donasi untuk korban bencana Gempa dan Tsunami Sulteng, Rabu (7/11/2018) siang.

Selain penyerahan bantuan kepada pengurus Yayasan Panti Asuhan Al Anshaar Talise, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan meninjau lokasi bencana Gempa di Perumnas Balaroa, Palu.

Penyerahan bantuan di Panti Asuhan Al Anshaar Talise dilakukan Hj Yeyet Lidia Marsita, SAg, isteri Ketua APSI Riau H Asep Ruhiat,SH,MH didampingi Ketua Dewan Kehormatan FPR Tun Akhyar dan Ustadzah Hj Ummy Yeyeng, yang khusus datang dari Bogor untuk memberikan siraman rohani kepada para korban bencana Gempa dan Tsunami Sulteng.

Usai dari Panti Asuhan, rombongan kemudian meninjau lokasi bencana gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu. Suasana duka akibat dahsyatnya gempa tersebut masih terlihat di sana. Ribuan rumah dan bangunan hancur.

Salah seorang warga setempat, Parlin, menyebutkan masih ada warga yang masih belum ditemukan, dan kemungkinan masih banyak jasad korban yang tertimbun. Sejumlah keluarga dan kerabat Uparlin sendiri belum ditemukan.

Didampingi Ketua Dewan Kehormatan FPR Tun Akhyar, Ustadzah Hj Ummy Yeyeng kemudian memimpin doa untuk para korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Warga yang datang ke sana untuk mencari jenazah keluarganya yang masih tertimbun, kemudian ikut bergabung berdoa bersama. Ada Isak tangis, air mata dan kesedihan mendalam yang terdengar dan terlihat di wajah keluarga yang selamat.

"Terimakasih kami ucapkan kepada rombongan dari Riau dan Bogor yang telah mendoakan para korban. Kami memang masih tetap bertahan di sini dengan harapan jasad keluarga kami masih dapat ditemukan untuk dimakamkan secara layak," ucap Parlin.

Misi Kemanusiaan FPR-APSI-KPJ kemudian menelusuri lokasi-lokasi lainnya yang diterjang Tsunami di sepanjang Pantai Palu. Termasuk, menyaksikan kebesaran yang Maha Kuasa dalam bencana dahsyat tersebut. Seperti Masjid Jamik di Pantoloan yang masih berdiri kendati berada di bibir pantai, "seakan tidak tersentuh gelombang Tsunami".

Padahal, masjid tersebut tidak berpagar, sementara seluruh bangunan yang ada di sekelilingnya, hancur disapu Tsunami. "Air laut seperti terbelah menjauh dari Masjid Jamik ini. Ini kebesaran Allah SWT," ungkap seorang warga setempat yang Rabu petang bersama sejumlah tukang sedang membangun pagar masjid tersebut.(***)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video