Nanas, Usaha Pertanian Tanpa Bakar

By Bermadah 03 Mei 2020, 15:23:55 WIB Opini
Nanas, Usaha Pertanian Tanpa Bakar

BERMADAH.CO.ID, PELALAWAN - Masyarakat Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan menemukan cara untuk merespon larangan pemerintah melakukan usaha pertanian tanpa bakar melalui Nanas di lahan gambut. 

“Dulu usaha tani Padi kami Padi dan Jagung, tapi Jagung baru bagus kalau lahannya dibakar baru ditanami Jagung. Akibatnya lahan kami banyak yang tidak dikelola kadang ketika musim kemarau terbakar. Sekarang masyarakat mulai beralih ke Nanas karena pengolahan lahannya tidak perlu dibakar, tidak seperti Jagung, Padi dan lain-lain. Sehingga Nanas lebih ramah lingkungan terhadap tanah gambut. Nanas juga menjadi kebutuhan di sini untuk peternak walet, sehingga pasar Nanas ada dan cukup membantu perekonomian masyarakat,” kata Wo Anas, tokoh Masyarakat, mantan Kades Desa Pulau Muda, beberapa waktu lalu.
 
Sejak keluarnya regulasi kebijakan politik pemerintah dalam hal larangan membuka lahan dengan cara membakar hutan secara tegas diatur dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU PPLH. Sementara, undang-undang lain yang mengatur tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar dapat kita temukan dalam Pasal 26 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan (UU Perkebunan). Sejalan dengan UU PPLH dan UU Perkebunan, aturan lain soal larangan membuka lahan dengan cara membakar dapat kita lihat dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2010 tentang Mekanisme Pencegahan Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan/atau Lahan (Permen LH 10/2010).

Masyarakat gambut di Desa Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan saat ini memanfaatkan lahan gambut untuk membudidayakan tanaman Nanas. Berkebun Nanas dipilih masyarakat guna mematuhi aturan pemerintah yang melarang pengelolahan lahan gambut dengan cara membakar lahan dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan, tambah Anas lagi. 

Penyataan Anas tersebut dibenarkan oleh Direktur Perkumpulan Scale Up, Dr M Rawa El Amady yang melakukan penelitian di Desa Pulau Muda pada Februari, 2020 lalu. Bahwa secara kultural budidaya Nanas berdekatan dengan budaya pertanian masyarakat subsisten,  yaitu sekali menanam  bisa bertahan puluhan tahun dan setiap periode tertentu bisa dipanen, dan tersedia pembelinya langsung. 

“Khusus Nanas di Desa Pulau Muda sudah tersedia ekosistemnya, di mana tersedia bibit, tersedia lahan dan tersedia pembeli yang berkelanjutan. Pembeli Nanas di Pulau Muda sudah melebihi dari kapasistas produksi, bahkan harus mendatangkan Nanas dari Pekanbaru. Konsumen Nanas di Pulau Muda adalah rumah Sarang Walet,“ jelasnya. 

Pada saat ini di Pulau Muda terdapat lebih kurang 600 rumah walet. Artinya, hampir sepertiga dari jumlah 1.964 KK. Kehadiran rumah walet ini berdampak positif terhadap perkembangan budidaya Nanas. Karena, buah Nanas menjadi kebutuhan rumah walet untuk dijadikan hama burung Walet. Nanas dijual untuk hama walet. Caranya, Nanas itu dibusukan dulu sekitar 3 sampai 4 hari. Setelah itu, Nanas dimasukan dalam kandang. Setelah busuk jadi hama barulah dimakan walet.

Amir, petani Nanas menyampaikan bahwa dia sudah menanam 7000 Nenas tanpa bakar bahkan rencananya akan mengembangkan Nanas dengan menanam sampai 50.000 batang. Dia bekerja sama dengan perusahaan HTI (Hutan Tanaman Industri) melakukan land clering, semua kayu di atas tanah diambil perusahaan, lalu lahan akan ditanam Nenas.

Berkebun Nenas menjadi pilihan baru kegiatan ekonomi masyarakat gambut, selain tidak perlu membakar, cara penanamannya juga mudah dan sederhana, dan sedikit hama. 

Pasarnya juga jelas ada di dalam kampung yaitu untuk memenuhi permintaan bisnis walet. Selain itu buah Nanas juga dijual di pasar Pulau Muda setiap hari Kamis.(***)

Oleh : Siti Erwina Youwikijaya

Asisten Peneliti Scale Up




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video