Oka Mahendra: Lakalantas di Inhu Selama 2017 Menurun

By Bermadah 30 Okt 2018, 20:36:44 WIB Inhu
Oka Mahendra: Lakalantas di Inhu Selama 2017 Menurun

Keterangan Gambar : AKP Oka Mahendra Syahrial SH SIk


BERMADAH.CO.ID, INHU - Sat Lantas Polres Inhu menyampaikan, bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) pada pelaksaan Ops Zebra Muara Takus 2017 sebanyak 2.097 kasus. Jumlah itu mengalami penurunan sebanyak 863 kasus atau turun 41persen bila dibandingkan dengan periode sebelumnya di tahun 2016 sebesar 2.960 kasus. 

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia (MD) pada tahun 2017 sebanyak 388 orang. Kasus Laka Lantas hingga meninggal dunia itu mengalami penurunan sebanyak 261 orang atau turun 67 persen, jika dibandingkan pada periode sebelumnya yakni tahun 2016 sebanyak 649 orang. 

Adapun jumlah pelanggaran Lalu Lintas selama Ops Zebra tahun 2017 sebanyak 1.069.541 kasus. Sedangkan pelanggaran Lalu Lintas tahun 2016 sebanyak 356.101 kasus. Angka itu mengalami peningkatan sebanyak 713.440 atau 200 persen dengan jumlah tilang sebanyak 801.525 lembar dan teguran sebanyak 178.016 lembar.

"Sedangkan tahum 2016 jumlah tilang sebanyak 228.989 dan teguran sebanyak 127.112," jelas Kasat Lantas Polres Inhu AKP Oka Mahendra Syahrial SH SIk, Selasa (30/10/2018).

Oka menjelaskan, dalam amanat Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Resolusi PBB tentang Decade Of Action dan dijabarkan melalui Keppres No.4 tahun 2011tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas (Runk) di tahun 2017, pemerintah mengeluarkan PP No.37 tahun 2017 tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ditambahkan Oka, semua itu merupakan langkah-langkah kepedulian negara untuk mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas). Serta meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas dan membangun budaya tertib berlalu lintas serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pulbik.

"Beberapa point itu merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusi yang diterima, dijalankan oleh semua pihak," jelas Oka.

Dalam melaksanakan amanat Undang-Undang, lanjutnya, Polantas memiliki fungsi, antara lain Edukasi, Enginering (Rekayasa), Enforcement (Penegakan Hukum), Indentifikasi dan Regristasi Pengemudi dan Kendaraan Bermotor, Pusat K3I (Komunikasi, Koordinasi, Kendali dan Informasi), Koordinator Pemangku Kepentingan lainnya, Memberikan Rekomendasi Dampak Lalu Lintas dan Korwas PPNS.

"Untuk mencermati hal itu diharapkan kepada seluruh stage holder mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, baik secara taktis, teknis maupun strategis. Agar potensi pelanggaran, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi bisa di minimalisir. Sehingga tercipta Kamseltibcar Lantas," terangnya.

Untuk menindaklanjuti kebijakan Nawacita Presiden RI yang dijabarkan dengan Program Prioritas Kapolri yang disebut Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya).

Dalam uraiannya, sambung Kasat, Profesional, meningkatkan kompetensi SDM Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas dan pelatihan. Selain itu, sebutnya, melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya.

Modern, melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung tekhnologi. Sehingga semakin mudah dan cepat di akses oleh masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus dan Alpakam yang makin modern.

Terpercaya, melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas KKN. Guna terwujudnya penegakan hukum yang objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan. Yang berguna untuk mewujudkan Kamseltibcar Lantas yang lebih baik menyongsong penghujung tahun 2018. (yuz)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video