Perjuangan Atlet Riau, Catatan Popwil I Sumatera di Banda Aceh

By Bermadah 01 Nov 2018, 10:37:10 WIB Olahraga
Perjuangan Atlet Riau, Catatan Popwil I Sumatera di Banda Aceh

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) I Sumatera yang diselenggarakan di Provinsi Aceh, dari tanggal 20-27 Oktober 2018 lalu, menjadi bahan evaluasi demi semakin meningkatnya prestasi para atlet Riau di masa mendatang. Kondisi fisik, mental menjadi catatan tersendiri sebagai bahan evaluasi secara berkesinambungan, bagi kemajuan anak didik PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.

Pada Popwil I Sumatera di Banda Aceh eberapa waktu lalu, Riau mendapat peringkat II dengan 9 Medali Emas, 5 Perak dan 8 Perunggu, berselisih hanya 1 Perunggu dengan Juara I Sumatera Utara (Sumut). “Dapat kami sampaikan bahwasanya, Riau mendapat peringkat II dengan perolehan mendali, 9 Emas, 5 Perak dan 8 Perunggu. Sementara beda tipis dengan Sumatra Utara (Sumut) dengan perolehan mendali, 9 Emas, 5 Perak dan 9 Perunggu. Artinya, hanya selisi perbedaan 1 Perunggu saja," Plt Kabid Pembudayaan Prestasi dan Olahraga Dispora Riau, M Iqbal.

"Walaupun sangat menyedihkan bagi kita, namun perjuangan anak didik memang cukup keras. Popwil I Sumatera tahun 2016 mendapat Juara I. Pada waktu itu, Riau sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, tentu banyak kemudahan-kemudahan yang diperoleh, terutama tentang stamina atlet,” terangnya.

M Iqbal menambahkan, kemudahan yang lain waktu menjadi tuan rumah, termasuk sarana dan prasarana. Sementara kalau di Banda Aceh, anak didik yang berangkat pada tanggal 20, sampai pada tanggal 21 malam sudah langsung dilakukan technical meeting bersama pelatih. Kemudian pada tanggal 22 oktober ada tiga cabor yang dipertandingkan mulai dari pagi di antaranya adalah bola kaki, bola basket dan pencak silat. Untuk 5 cabor lagi dipertandingkan pada tanggal 23 Oktober.

Kendati demikian, sebutnya, perjuangan para atlet sangat luar biasa, kendati ada cabang olahraga (cabor) yang tidak lolos pada Pekan Olahraga Nasional (Popnas) yang akan dilaksanakan di Papua tahun 2019 mendatang.

“Bola Kaki kita tidak akan bisa muncul pada Popnas 2019 yang akan datang, karena tim ini masuk dalam kotak neraka. Artinya Riau, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) sama-sama unggul dan mempunyai jagoan masing-masing. Nah, ketika saat dimasukkan ke dalam grup ini, secara otomatis bersamaan mereka akan beradu, akhirnya kita kalah dengan Sumbar di babak Penyisihan dengan skor 1 : 2 dan Sumut 1 : 0. Walaupun kita menang dari Jambi dengan catatan tidak mempengaruhi, hanya saja  menang di pol B. Sehingga, tidak bisa ikut di Final," paparnya.

Dari cabor lain seperti Tenis Lapangan memang ada sedikit kendala untuk beregu. Sedangkan untuk perorangan sudah menang. "Beregu set I sudah menang, sementara set II, tiba-tiba atlet Riau mengalami tidak sadarkan diri alias pingsan. Namun tidak usah seuzon, tapi berfikir secara doktor saja, barangkali atlet tersebut dalam permainnya mulai dari pagi hingga sore tidak ada jeda, sehingga kelelahan," ungkap Iqbal.

Sementara, pada cabor Pencak Silat, perolehan medalinya sangat memuaskan. Untuk cabor Bola Voli, dari tim Putri juga meraih medali Emas dan tim putra medali Perak. “Lain halnya dengan Tim Bola Basket. Walaupun pada saat pertandingan ada kericuhan saat melawan Sumut, namun semuanya bisa diselesaikan, walaupun sedikit mempengaruhi mentalitas anak didik sehingga merasa down ketika pertandingan dilanjutkan. Kita tetap bersukur dengan perolehan mendali Perak, baik putra dan putri,” ujarnya.

Dari cabor Bulu Tangkis, untuk Putra memperoleh 1 medali Emas dengan peringkat Pertama dan putri memperoleh Perunggu. Khusus tim Bola Voli Putri, konon kabarnya udah lima kali ikut Popwil baru pertama kali lolos untuk Popnas 2019, baik putra maupun putri. Begitu pula dengan cabor Tenis Meja dengan semangat tinggi mampu meraih medali Emas dan secara otomatis juga lolos Popnas 2019 mendatang.

Cabor Sepak Takraw perlu dilakukan pembenahan, apakah itu sistim try out maupun pembinaannya. “Saya berharap sekali kepada semua Pelatih, agar lebih meningkatkan kembali prestasi anak didiknya, sekurang-kurangnya evaluasi atas kemenangan lawan sebagi bahan perbandingan,” pungkas Plt Kabid Pembudayaan Prestasi dan Olahraga Dispora Riau, M Iqbal.(***)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video