Ribuan Mahasiswa UIR Hadiri Ceramah UAS di Masjid Al Munawwarah

By Bermadah 15 Okt 2018, 20:21:01 WIB Riau
Ribuan Mahasiswa UIR Hadiri Ceramah UAS di Masjid Al Munawwarah

Keterangan Gambar : Ustadz Abdul Somad (UAS) di antara Mahasiswa UIR saat memberikan Ceramah di Masjid Al Munawwarah Kampus UIR, Senin (15/10/2018)


BERMADAH.CO.ID, PRKANBARU - Ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau menghadiri ceramah siang Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Al Munawwarah Kampus UIR Pekanbaru, Senin (15/10/2018) siang.

UAS tiba di Masjid Al Munawwarah sebelum ba'da zuhur. Menggunakan batik Melayu warna kehitaman panjang, UAS langsung disambut Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi, Ketua Umum YLPI Riau, Dr Nurman, Ketua Dewan Pembina Drs H Mukni, Wakil Rektor I Dr H Syafhendry, Wakil Rektor II Ir H Asrol dan ribuan mahasiswa yang sejak siang telah memadati bagian dalam dan luar masjid.

Tablig Akbar bertajuk, 'Membentengi Umat dari Perilaku yang Menyimpang (Riba, Zina, LGBT dan Narkoba) Mencegah Datangnya Azab Allah Swt' diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Kampus UIR dibawah Pimpinan Dr Zulhelmy dan Anton Afrizal Chandra, SAg, MSi.

Di hadapan ribuan mahasiswa yang memadati masjid, Rektor UIR Prof Syafrinaldi menyebutkan, sudah dua tahun UIR ingin mendatangkan UAS untuk memberi tausiah kepada civitas akademika UIR. ''Alhamdulillah, siang ini keinginan itu tercapai,'' kata Rektor UIR, Syafrinaldi.

Dikatakannya, UAS, bukan lagi menjadi milik UIR dan juga tidak kepunyaan orang Riau, tapi sudah Indonesia bahkan dunia. Sehingga, sebutnya, Rektor menyebut, jadwal ceramahnya yang padat di berbagai provinsi serta luar negeri, membuat pihaknya harus bersabar mendapat giliran mendengarkan tausiah-tausiah UAS yang berbobot dan sarat makna keilmuan.

''Kita doakan UAS sehat dan selalu mendapat perlindungan Allah SWT dalam menjalankan kegiatan dakwah,'' kata Rektor yang disambut pekik Allahu Akbar oleh ribuan mahasiswa dan jemaah luar yang sengaja datang ke kampus UIR.

Dalam ceramahnya selama 60 menit lebih ditambah 30 menit tanya jawab, UAS terlihat senang berada di tengah mahasiswa. Ia mengupas banyak hal, mulai dari bencana alam dan gempa bumi yang sudah ada sebelum manusia ada sampai ke soal Israil yang kini menjajah Palestina. Lelucon kontemporernya yang segar dan berisi membuat suasana pengajian tak terasa cepat berlalu.

Menjawab pertanyaan mahasiswa, mengapa Allah SWT tidak menghabisi Israil yang menjajah Palestina seperti Ia membinasakan kaum yang sudah-sudah, UAS memberikan jawaban dengan tangkas dan cerdas. Kata UAS, pertanyaan serupa pernah ia tanyakan kepada Syekh Abdul Sattar yang belajar di Mekkah. Abdul Sattar punya guru namanya Abdul Karim al Makdis. Di depan Abdul Karim, Syekh Abdul Sattar menangis menceritakan kisah di tanah kelahirannya Palestina yang dijajah Israil. Syekh Abdul Sattar bercerita tentang kekejaman tentara Israel.

Kata UAS, dengan linangan air mata ia pernah menyampaikan pertanyaan ini kepada Syekh Muhammad Jibril yang menjadi gurunya di Al Azhar waktu  kuliah. ''Kaum Ad musnah, kaum Samud mati dan hancur tapi kenapa Israil dibiarkan hidup, tidak dibinasakan Allah,'' UAS bertanya dengan retorika suara keras berapi-api kepada mahasiswa.

Ucap UAS mengutip jawaban Syekh Muhammad Jibril, kalau Israil dibinasakan Allah SWT, kamu mau masuk surga pakai apa? Kalau kalian menjadi anggota DPR atau kalau nanti berkesempatan duduk di pemerintahan, kalian punya peluang membantu Palestina. ''Saya tidak menyuruh mahasiswa UIR berjuang berangkat ke Palestina, tidak... tidak,'' ujar Abdul Somad. Apalah artinya mahasiswa UIR berjihad ke Palestina kalau pada akhirnya sampai di sana pingsan karena tak makan tiga hari.

UAS mengajak mahasiswa membentengi diri, jauh dari perilaku yang menyimpang, dan berbuat terbaik untuk umat.(***)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video