Rusia Sebut Ancaman Blokade AS Sebagai Tindakan Perang

By Bermadah 02 Okt 2018, 00:10:54 WIB Internasional
Rusia Sebut Ancaman Blokade AS Sebagai Tindakan Perang

Keterangan Gambar : Foto/Sputnik/Aleksandr Galperin/File Photo, sindonews


BERMADAH.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengumbar ancaman untuk memblokade Rusia dengan kapal-kapal perang Angkatan Lautnya. Hal itu bertujuan untuk mencegah pasokan energi potensial Moskow ke Timur Tengah. Pihak Rusia merespon keras ide blokade itu, dan menyebutnya sebagai tindakan perang. Demikian dilansir sindonews.com.

Diberitakan, ancaman Washington (AS) tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Ryan Zinke seperti dilaporkan The Washington Examiner. "Saya percaya alasan mereka berada di Timur Tengah adalah mereka ingin menjadi perantara energi seperti yang mereka lakukan di Eropa Timur, perut selatan Eropa," katanya.

Dia mengatakan, ada cara dan sarana untuk mengatasinya. "Amerika Serikat memiliki kemampuan itu, dengan Angkatan Laut kami, untuk memastikan jalur laut terbuka, dan, jika perlu, akan memblokade...untuk memastikan bahwa energi mereka tidak masuk ke pasar," ujarnya.

Zinke menyampaikan opsi blokade itu pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Consumer Energy Alliance, sebuah kelompok nirlaba yang menyuarakan "suara konsumen energi" di AS.

Pernyataan Zinke telah memancing kemarahan dari pihak Moskow (Rusia). "Blokade AS terhadap Rusia akan sama dengan deklarasi perang di bawah hukum internasional," kata Kepala Komite Kebijakan Informasi Senat Rusia, Aleksey Pushkov, yang dikutip dari Russia Today, Senin (1/10/2018).

Menurut Aleksey Pushkov, Rusia saat ini tidak mengekspor energi apa pun ke Timur Tengah, yang merupakan wilayah pengekspor minyak utama. Seluruh gagasan itu disebutnya adalah mutlak "omong kosong".

Sementara, Anggota Komite Pertahanan dan Keamanan Senat Rusia, Franz Klintsevich, mengatakan ancaman blokade itu sebagai upaya untuk memberikan tekanan pada Rusia. Bahkan, para anggota parlemen Rusia menyebut kata-kata Zinke sudah mengganggu. "Sangat tidak menyenangkan bahwa mitra kami sekali lagi menggunakan ancaman, sanksi dan tindakan tidak ramah daripada membahas isu-isu internasional yang mendesak," kata anggota Komite Urusan Internasional Duma Negara Rusia, Anton Morozov.

Dikatakan Franz Klintsevich, tindakan seperti itu hanya akan menyebabkan eskalasi ketegangan, dan menyerukan dialog sebagai gantinya.

AS saat ini tidak fokus pada perdagangan energi Rusia saja. Negara itu juga mengancam akan menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang membeli senjata Moskow.

Kendati demikian, ancaman sanksi itu tak dihiraukan beberapa negara.(red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video