Saksikan Festival, Seorang Kakek Dilaporkan Tewas Ditanduk Banteng

By Bermadah 10 Sep 2019, 12:52:27 WIB Internasional
Saksikan Festival, Seorang Kakek Dilaporkan Tewas Ditanduk Banteng

Keterangan Gambar : Ilustrasi (JORGE GUERRERO/AFP)


BERMADAH.CO.ID, SPANYOL - Seorang kakek (82) dilaporkan tewas setelah ditanduk oleh banteng yang marah, Senin (9/9). Sang kakek itu ditanduk saat menyaksikan festival di Spanyol tengah. 

Menurut keterangan pihak berwenang, ia adalah orang kedua yang terbunuh dalam dua minggu terakhir di festival banteng di negara itu.

Diberitakan, insiden itu terjadi selama perlombaan lari yang diadakan di sebuah lapangan di kota Horche, sekitar 60 kilometer (35 mil) timur laut Madrid.

Banteng ini disebut pejabat layanan darurat setempat menanduk perut dan paha pria itu. Ia lantas dibawa dengan ambulans ke rumah sakit terdekat. Namun, dinyatakan meninggal beberapa jam kemudian. Media lokal melaporkan bahwa korban menyaksikan banteng berlari dari kejauhan.

"Saya hanya melihat pria itu ketika dia sudah berada di tanah tetapi itu mengerikan," kata walikota Horche Jose Manuel Moral kepada media setempat.

Walaupun diwarnai insiden, namun festival di kota Horche akan terus berjalan. Festival ini masih akan mengeluarkan banteng lainnya sebagai bagian dari festival tahunannya pada Selasa dan Rabu.

Spanyol memang terkenal karena bantengnya. Bahkan, penduduk negeri ini kerap mengadakan festival di seluruh negeri pada bulan-bulan musim panas.

Sebelumnya, seorang lelaki berusia 62 tahun diberitakan meninggal pada 29 Agustus lalu. Ia ditanduk di dada dan leher oleh seekor banteng di sebuah festival di kota Cuellar di Spanyol tengah.

Pertarungan banteng paling terkenal di Spanyol digelar pada festival San Fermin di kota utara Pamplona. Pada festival ini, ratusan orang datang dari seluruh dunia untuk berlari dengan risiko sendiri di depan lembu jantan melalui jalan-jalan kota.

Dari pemberitaan pula, sebanyak 8 orang ditanduk dan 35 lainnya terluka pada festival Pamplona tahun ini. Festival ini pun mendunia setelah diangkat pada novel Ernest Hemingway tahun 1926 "The Sun Also Rises".(***)

Sumber: cnnindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video