Satu dari Dua Buronan Kejari Inhu Berhasil Diringkus dan Dihadiahi Timah Panas

By Bermadah 13 Mei 2019, 17:14:07 WIB Inhu
Satu dari Dua Buronan Kejari Inhu Berhasil Diringkus dan Dihadiahi Timah Panas

Keterangan Gambar : Erik Kasanova alias Erik Kambing terpidana bandar sabu asal Seberida meringis kesakitan usai di hadiahi timah panas oleh Tim Opsnal Polres Inhu. Tampak petugas Sat Res Narkoba Polres Inhu sedang menjaga saat Erik Kambing diberikan perawatan medis atas luka tembak di kakinya, Senin 13 Mei 2019


BERMADAH.CO.ID, INHU - Masih ingat dalam pikiran kita bersama tentang dua orang tahanan Rutan Kelas II B Rengat yang berhasil kabur usai mengelebaui petugas pengawal tahanan (Waltah) Kejari Inhu, yang kabur usai diantar disalah satu penginapan didaerah Belilas, Kecamatan Seberida, kini berhasil diringkus tim Opsnal Polres Inhu dan Kejaksaan Inhu.
Satu dari dua tahanan Rutan Kelas II B Rengat yang diringkus itu adalah Erik Kasanaova alias Erik Kambing. Erik warga Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida ini tersandung kasus narkoba dan sudah divonis hakim PN Rengat selama 9 tahun. Erik Kambing ini kabur dari kamar hotel pada 18 April 2019 lalu, setelah diantar dan mengelabui oknum ASN Kejari Inhu berinisial RI (25) yang bertugas mengawal tahanan (Waltah) dan kini masih mendekam di sel tahanan Polres Inhu usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Inhu. Akibat kelalaiannya, dua tahanan Rutan Kelas II B Rengat berhasil kabur usai keduanya diantar ke penginapan dengan tempat dan hotel yang berbeda pada hari itu. 
Kembali ke Erik Kambing, terpidana atas kepemilikan sabu ini (bandar, red) berhasil ditangkap pada Senin 13 Mei 2019 dini hari sekitar pukul 04.30 WIB oleh tim gabungan Polres Inhu dan Kejari Inhu. Erik Kambing dan satu rekannya Joni masuk DPO usai kabur pada April lalu.
Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui Paur Humas Inhu Aipda Misran, Senin 13 April 2019 menjelaskan, bahwa atas kerjasama antara tim Opsnal Polres Inhu dan Kejari Inhu terdakwa Erik Kambing berhasil ditangkap.
"Pada Senin dini hari tadi Tim Opsnal Polres Inhu menerima informasi tentang keberadaan terpidana Erik. Selanjutnya tim Opsnal Polres Inhu berkoordinasi dengan pihak Kejari Inhu untuk melakukan penangkapan. Tim bergerak menuju ke Desa Buluh Rampai tempat dimana terdakwa berada. Pada saat akan ditangkap Erik coba melawan dan sudah membahayakan petugas, sehingga kakinya dihadiahi timah panas. Selanjutnya untuk proses hukum lebih lanjut terdakwa Erik diserahkan ke Kejari Inhu. Sedangkan temannya bernama Joni masih DPO dan masih dalam pengejaran," jelas Misran.
Sebelumnya, saat terdakwa Erik dan rekannya Joni didakwa oleh JPU selama 7 tahun atas kasus narkoba jenis sabu-sabu. Saat menjalani proses persidangan, keduanya kabur dan sidang ditunda oleh hakim. 
Meski keduanya tidak hadir di persidangan, sesuai dengan Undang-undang Kekuasaan Kehakiman RI No.48 tahun 2009, hakim dapat mengambil keputusan jika terdakwa tidak hadir dalam dua kali persidangan.
Terdakwa Erik dan Joni masing-masing divonis selama 9 tahun dengan denda Rp800 juta atau subsider kurungan penjara selama 3 bulan oleh majelis hakim PN Rengat pada 7 Mei 2019 kemarin. Vonis ini dua tahun lebih tinggi atas dakwaan JPU yakni selama 7 tahun.
"Keputusan vonis ini lebih tinggi dari tuntutan JPU karena kedua terdakwa kabur dari tahanan. Hal ini jadi pertimbangan majelis hakim untuk memberatkan masa hukuman mereka," kata Humas PN Rengat Emmanuel MP Sirait SH, Senin 13 Mei 2019.
Ditambahkannya, dalam Undang-undang No.48 tahun 2009 itu juga disebutkan apabila JPU tidak dapat menghadirkan terdakwa sebanyak 2 kali bertutut-turut maka majelis hakim dapat mengambil keputusan. (yuz)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video