Setelah Periksa Kesehatan Kades Sering Yunus K Ditahan Kejari

By Bermadah 08 Okt 2019, 18:45:21 WIB Hukrim
Setelah Periksa Kesehatan Kades Sering Yunus K Ditahan Kejari

Keterangan Gambar : Kejari Pelalawan Nophy T Suoth SH MH


BERMADAH.CO.ID, PELALAWAN - HM Yunus K mantan Kepala Desa Sering Kecamatan Pelalawan Riau akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Selasa (8/10/2019). Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat dilakukan penahanan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru untuk mempermudah penyidikan. 

Hal ini disampaikan Kejari Pelalawan Nophy T Suoth SH MH, melalui Kasipidsus Andre Antoni SH di Kantor Kejaksaan.

HM Yunus K tersangkut kasus Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor SKGR di Riau. Penyidik polisi melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan sebagai tahap dua. 

"Polres Pelalawan melimpahkan tahap dua kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Desa (Kades) Sering, HM Yunus K, oleh Satreskrim setelah berkas perkara korupsi itu dinyatakan lengkap atau P21," ujar Kasatreskrim Polres Pelalawan AKP Teddy Ardian SIK.

"Berdasarkan hasil penyidikan kita, tersangka M Yunus menerima gratifikasi dan melakukan pemerasan dalam jabatan dalam penerbitan SKGR di Desa Sering. Dua bulan lalu sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sekarang dilimpahkan ke kejaksaan,"  jelas Teddy Ardian SIK, 

Diuraikannya, awal kasus dilaporkan oleh warga bernama Jefridin sebagai korban pemerasan oleh tersangka HM Yunus.

Pada tahun 2014 lalu korban ingin mengurus SKGR lahannya kepada Yunus yang saat itu menjabat sebagai Kades Sering. Pelaku membuat surat kesepakatan dan biaya administrasi sebesar Rp 2 juta untuk satu persil. Sedangkan SKGR yang diurus sebanyak 100 persil. Artinya korban harus membayar Rp 200 juta agar seluruh surat tanah itu diterbitkan tersangka.
Korbanpun menyanggupinya dan menyerahkan 50 persen atau Rp 100 juta kepada tersangka sebagai uang administrasi. Setelah ditunggu-tunggu ternyata SKGR yang dimaksud tak kunjung selesai. Korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Pelalawan. 

"Kita menyita satu lembar kwitansi serah terima uang, surat kesepakatan, 100 rangkap SKGR dan dokumen lainnya," tambah Kasat Teddy.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak ditahan Yunus lantaran pertimbangan kondisi kesehatan serta umurnya yang sudah uzur. Hingga dilakukan pelimpahan tahap ll ke Kejaksaan agar proses hukumnya dilanjutnya.

Tersangka M Yunus K diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sebagai penyelenggara negara secara melawan hukum menyalahgunakan kekuasaanya memaksa seseorang membayar  SKGR. Melanggar UU tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(EP)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video