Sidang Majelis Umum PBB, Isu Palestina Jadi Agenda Utama Indonesia

By Bermadah 28 Sep 2018, 00:33:33 WIB Internasional
Sidang Majelis Umum PBB, Isu Palestina Jadi Agenda Utama Indonesia

Keterangan Gambar : Iring-iringan truk bantuan ACT dalam aksi kemanusiaan beberapa waktu lalu. (Foto/dok ACT)


BERMADAH.CO.ID, NEW YORK - Indonesia turut serta hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-71 di New York, Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyatakan, isu kemerdekaan Palestina menjadi agenda utama dan salah satu agenda kunci Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Menurut Menlu Retno, Indonesia akan terus berada di depan untuk mendukung perjuangan Palestina. “Indonesia akan terus berada di depan untuk mendukung perjuangan Palestina, terutama dalam kapasitasnya sebagai non-permanent member Dewan Keamanan PBB," kata Retno, sepeti tertuang dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia, seperti dilansir Sindonews, Kamis (27/9/2018).

Diberitakan, dalam sejumlah pertemuan dalam rangkaian pertemuan Majelis Umum PBB tanggal 26 September 2018, Menlu Retno mengangkat isu Palestina agar terus menjadi perhatian dunia Internasional.

Selain itu, kata Retno, pada pertemuan tingkat Menteri Gerakan Non Blok (GNB), Indonesia terus mendorong agar negara-negara GNB dapat menjadi sumber terbesar dukungan kepada rakyat Palestina, mengingat salah satu visi dan tujuan utama GNB adalah untuk mewujudkan perdamaian dunia.

Menurutnya, komitmen Indonesia untuk Palestina melalui United Nations Relief and Work Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) juga pada saat bertemu dengan Komisioner Jenderal UNRWA, Pierre Krähenbühl. Komitmen tersebut tercermin dari penambahan sumbangan sukarela Indonesia dan membantu memobilisasi sumber dana dari masyarakat sipil untuk UNRWA.

Dalam pertemuan diskusi yang diselenggarakan Pemerintah Palestina, Retno menyampaikan kembali lima hal yang harus tetap menjadi perhatian. Hal pertama, sebutnya, adalah solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk perdamaian. Kedua, terus menggalang pengakuan internasional untuk Palestina. Poin ketiga, membantu UNRWA mendapatkan alternatif pendanaan. Keempat, persatuan Palestina penting untuk kemerdekaan Palestina dan Kelima adalah penguatan kapasitas untuk kemandirian Palestina harus terus dilakukan.(red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video