Tinggal Tengkorak, Komesir Diperkirakan Meninggal 3 Bulan Lalu
Hasil Identifikasi Polisi

By Bermadah 29 Okt 2018, 22:25:14 WIB Hukrim
Tinggal Tengkorak, Komesir Diperkirakan Meninggal 3 Bulan Lalu

Keterangan Gambar : Proses evakuasi tengkorak manusia di kawasan Stadion Utama Riau, Sabtu (27/10/2018). Foto/Net


BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Temuan tengkorak manusia di Jalan Naga Sakti, kawasan Stadion Utama Riau, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (27/10/2018) lalu, berhasil diidentifikasi.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan pihak kepolisian, tengkorak manusia tersebut merupakan warga Perumahan Graha Rajawali Permai, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Tampan, atas nama Komesir (47).

"Kita sudah menghubungi pihak keluarga korban agar datang ke Mapolsek Tampan," kata Kapolsek Tampan Kompol Kariamsah Ritonga, Senin (29/10/2018).

Data yang dirangkum, tengkorak manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang mencari kayu lanjaran, Sabtu (27/10/2018).

Atas penemuannya tersebut, warga langsung menghubungi pihak kepolisian. Setelah dicek ke lokasi, tengkorak tersebut langsung dibawak petugas kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan outopsi.

Dari laporan yang masuk ke Polsek Tampan, Minggu (27/10/2018) lalu bahwa ada laporan orang hilang. Saat itu Komesir dilaporkan hilang oleh istrinya bernama Neti.

"Kita lihat barang-barang yang ditemukan pada korban tersebut, pihak keluarganya meyakini bahwa korban itu adalah keluarganya lantaran dilihat dari pakaian yang dikenakan terakhir kalinya sebelum menghilang," terang Kapolsek.

Terpisah, Kasubbid Yanmed Dokpol RS Bhayangkara Polda Riau Kompol Supriyanto mengatakan, pihaknya mengalami cukup kesulitan untuk menentukan penyebab kematian.

Sebab, saat ditemukan kondisi korban sudah dalam keadaan tulang belulang. Namun, korban diperkirakan meninggal kurang dari 3 bulan.

"Dari hasil outopsi yang dilakukan, tidak ditemukan adanya kekerasan. Karena kondisinya sudah tulang belulang, sehingga kita sedikit mengalami kesulitan mencari penyebab kematian korban," beber Supriyanto.

Ia juga membenarkan bahwa dari hasil pemeriksaan, DNA antara keluarga dengan korban memiliki kecocokan.  "Kita juga cocokakan data odontologi forensik mengatakan cocok. Secara yuridis formil bisa dipertanggungjawabkan," tegas dia. (fik)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video