Trump Minta Jaksa Agung Hentikan Investigasi Peran Rusia di Pilpres AS

By Bermadah 03 Agu 2018, 00:28:32 WIB Internasional
Trump Minta Jaksa Agung Hentikan Investigasi Peran Rusia di Pilpres AS

Keterangan Gambar : Foto : Dok/REUTERS/Kevin Lamarque


BERMADAH.CO.ID, AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Jaksa Agung Jeff Sessions menghentikan penyelidikan khusus dugaan keterlibatan Rusia dalam Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Diberitakan cnnindonesia, melalui kicauannya di Twitter, Trump menyebut penyelidikan yang dilakukan penasihat khusus sekaligus mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), Robert Mueller, tersebut sebagai aib negara.

"Ini adalah masalah dan Jaksa Agung Jeff Sessions harus menghentikan [penyelidikan] ini. Buru sekarang sebelum berlanjut," tulis Trump di akun Twitter-nya, belum lama ini.

Selain itu, Presiden AS, Donald Trump juga mengklaim Mueller "benar-benar membuat masalah".

Dikutip AFP, desakan ini merupakan salah satu permintaan langsung Trump kepada Sessions untuk mengintervensi penyelidikan dan menyetopnya.

Desakan Trump muncul di saat Mueller tengah menyelidiki keterkaitan pemecatan eks Direktur FBI James Comey dengan penyelidikan dugaan intervensi Rusia.

Kicauan Trump tersebut juga muncul di saat ketua tim kampanye Trump, Paul Manafort, tengah menjalani persidangan hari kedua terkait tuduhan dugaan penipuan perpajakan dan perbankan. Meski begitu, penyelidikan itu tidak secara langsung terkait skandal intervensi Rusia.

"Kolusi Rusia dengan kampanye Trump, salah satu berita hoaks total yang paling sukses dalam sejarah," kata Trump.

Trump bahkan menganggap mantan Ketua Tim Kampanyenya itu sebagai politikus AS yang dihormati karena pernah bekerja untuk Ronald Reagan dan Bob Dole.

"Dia bekerja kepada saya untuk waktu yang sangat singkat. Mengapa pemerintah tidak memberi tahu saya bahwa dia sedang diselidiki. Tuduhan ini tidak ada hubungannya dengan kolusi Rusia. Hoaks!" ucap Trump geram.

Sementara, pihak Gedung Putih berupaya meluruskan pernyataan Presiden AS tersebut, dengan menyebut bahwa kicauan Trump itu sepenuhnya hanya menyuarakan pendapat pribadi dan bukan bentuk perintah bagi Kementerian Kehakiman.

"Itu bukan perintah, itu pendapat presiden," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders.

Ditegaskan Sanders, bahwa yang dimaksud oleh presidennya itu adalah "dia ingin penyelidikan itu segera berakhir atau selesai".

Meski begitu, Sanders menolak segala tuduhan yang menyebut Trump berupaya menghambat proses hukum yang sedang berjalan.

"Presiden tidak menghalangi penyelidikan hukum tersebut. Dia hanya membela diri. Presiden menyatakan pendapatnya. Dia menyatakannya dengan jelas," sebutnya.(red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video