Wow! Peternakan Kecoak di China Ini Hasilkan 6 Miliar Ekor Per Tahun

By Bermadah 29 Apr 2018, 00:46:01 WIB Internasional
Wow! Peternakan Kecoak di China Ini Hasilkan 6 Miliar Ekor Per Tahun

Keterangan Gambar : Ilustrasi


BERMADAH.CO.ID, XICHANG - Kecoak yang dianggap sebagian orang adalah hewan menjijikkan, ternyata dibudidayakan. Sebuah peternakan di Kota Xichang, China menghasilkan 6 miliar ekor Kecoak setiap tahun. Kecoak=Kecoak yang dihasilkan oleh peternakan ini dijadikan obat.

Mengutip laporan South China Morning Posting (SCMP), surat kabar yang berbasis di Hong Kong, Sabtu, peternakan Kecoak ini dioperasikan perusahaan farmasi Gooddoctor di Kota Xichang, Provinsi Sichuan, China barat daya.

Peternakan yang berada di sebuah bangunan beton ini dilengkapi dengan deretan rak yang dilapisi dengan wadah terbuka untuk makanan dan air. Sedangkan luas bangunan peternakan ini setara dua lapangan olahraga pada umumnya. Kondisi di dalamnya lembab dan gelap sepanjang tahun.

Dengan menerapkan sistem Artificial Intelligence (AI), pertumbuhan Kecoak di peternakan tersebut bisa terlacak sehingga jumlahnya bisa diketahui.

Diberitakan, penangkaran Kecoak menjadi industri yang sedang berkembang pesat di China. Bubuk yang dihasilkan dari olahan hewan ini telah dipatenkan sebagai bahan obat tradisional China. Sementara, perusahaan kosmetik juga menggunakan serangga ini sebagai sumber protein yang murah.

Pada tahun 2013, terdapat sekitar 100 peternakan Kecoak skala besar di China. Bahkan, peternak bisa meraup sebanyak USD20 per pon. Sebagai contoh di Xichang, yang jadi peternakan kecoak terbesar di dunia. Srangga itu dibuat menjadi ramuan cair yang digunakan jutaan pasien China untuk mengobati penyakit Pernapasan, Lambung, dan penyakit lainnya dengan resep dokter. Sebotol ramuan cair berukuran 100 ml dari obat ini harganya sekitar USD4.

Untuk diketahui, setiap ruang ternak berukuran satu kaki persegi di Xichang rata-rata berisi hampir 28.000 ekor Kecoak. Hal ini disampaikan pemerintah Sichuan dalam laporan yang diserahkan ke otoritas terkait di Beijing awal tahun ini.

Dr Zhang Wei, mantan Asisten Peneliti di Sekolah Tinggi Teknik Mesin di Universitas Zhejiang, yang terlibat dalam pengembangan sistem AI, mengatakan kepada SCMP; "Tidak ada yang seperti itu di dunia. Ini telah menggunakan beberapa solusi unik untuk mengatasi beberapa masalah unik," katanya mengacu pada penerapan teknologi AI pada peternakan Kecoak.

Namun, Zhang menolak memberikan rincian lebih jauh tentang penggunaan teknologi AI dalam budidaya Kecoak.

Sedangkan Grup Farmasi Gooddoctor di Chengdu, Sichuan, mengonfirmasi keabsahan dokumen pemerintah terkait budidaya Kecoak untuk obat. Namun, perusahaan ini menolak merinci lebih jauh tentang bisnis tersebut karena menyangkut rahasia dagang.

Sementara, tanggapan lain datang dari Profesor Zhu Chaodong, ilmuwan utama Institute of Zoology dalam studi evolusi serangga di Chinese Academy of Sciences di Beijing. Menurut Profesor Zhu Chaodong, akan menjadi "malapetaka" jika miliaran Kecoak tiba-tiba dilepas ke lingkungan, baik itu melalui kesalahan manusia atau bencana alami seperti gempa bumi yang merusak gedung.

Menurutnya, bagi penduduk Xichang yang hampir 800.000 jiwa, satu kecelakaan seperti itu bisa mengerikan. Terlebih, peternakan Kecoak ini juga terletak di dekat bandara Qingshan Xichang.

"Beberapa garis pertahanan harus di tempat dan berfungsi dengan baik untuk mencegah bencana pelepasan yang tidak disengaja," kata Profesor Zhu. Demikian dilansir Sindonews.(red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video