Yenny, Atlet dan Pelatih PBVSI Pekanbaru : Tak Hanya Prestasi, Olahraga Membentuk Pribadi Mandiri

By Bermadah 04 Okt 2018, 23:19:34 WIB Olahraga
Yenny, Atlet dan Pelatih PBVSI Pekanbaru : Tak Hanya Prestasi, Olahraga Membentuk Pribadi Mandiri

Keterangan Gambar : Dokumentasi Berbagai Event yang Pernah Diikuti Yenny, Atlet dan Pelatih Bola Voli di PBVSI Pekanbaru


BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Salah satu atlet andalan tim Bola Voli Putri Riau beberapa waktu lalu adalah Yenny alias Oshin. Terkenal berprestasi dan memiliki kemandirian, Yenny yang merupakan kelahiran Pekanbaru ini menilai olahraga begitu berarti bagi dirinya.

Berbincang-bincang dengan redaksi Bermadah.co.id, Kamis (4/10/2018) di kediamannya Jalan Tribakti Kelurahan Labuh Baru Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru, Yenny yang saat ini Pelatih Bola Voli di Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Pekanbaru, menceritakan pengalaman dirinya di bidang olahraga, khususnya Bola Voli. Berbagai event dan ajang perlombaan yang pernah diikutinya menjadi pengalaman berharga yang diharapkan, memberikan motivasi bagi para atlet ke depan.

Bagi atlet, menurut Yenny, sederet prestasi pun tak perlu menjadikan diri jumawa. Berolahraga, menurut ibu dua anak ini, selain prestasi, olahraga ternyata mampu membentuk pribadi yang mandiri. Kuat tak hanya fisik, namun pribadi yang kokoh menjadi bagian yang tak kalah penting. Memang, sebutnya, prestasi atlet juga perlu mendapat dukungan, perhatian dan apresiasi berbagai pihak. Keberlangsungan pasca sudah tidak menjadi atlet lagi di masa tua juga harus mendapat perhatian pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah.

Bakat Olahraga Sejak Kecil, Pernah Main Bulu Tangkis Bahkan Balap Motor

Sebagai Atlet Bola Voli, di masa kecilnya memang sudah terlihat memiliki bakat olahraga. Yenny atau Oshin merupakan Kapten sekaligus Toser dari tim Bola Voli Provinsi Riau, ikut bergabung dalam tim Majin Oto Clup (MOC).

Yenny kecil mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) Kalam Kudus dan Sekolah Dasar Negeri (SD) 034 Jalan Murai Sukajadi Pekanbaru.

Paling menonjol sekali, sewaktu duduk di bangku kelas IV, ditunjuk untuk mewakili dalam perhelatan Pekan Olahraga Dan Seni (Porseni).

"Waktu itu, saya ditunjuk, namun kapasitas atlet Bulu Tangkis, bukan Bola Voli," tuturnya.

Walaupun sebagai atlet Bulu Tangkis saat itu, ia mengaku dalam permainan Bola Voli sejak SD sudah kelihatan. Sehingga, umur 13 tahun duduk di bangku Sekolah Menegah Pertama (SMP) Kelas III, sudah bergabung dengan pemain senior handal Provinsi Riau.

Setelah tamat dari bangku Sekolah Dasar, bakat Bola Voli terus dikembangkannya hingga duduk di bangku Sekolah Menegah Atas (SMA). Ketika itu, dirinya bergabung dengan tim MOC yang kebetulan sponsor utama bengkel mobil milik orang tuannya sendiri dan mendapat sponsor lain di antaranya PT persero Yamaha Center wilayah Riau.

Wanita tomboy kelahiran Pekanbaru 8 April 1972 silam ini, pernah membawa nama Riau di ajang Pekan olahraga wilayah (Porwil) Palembang, Tim bola Voli kantor Penerangan yang saat itu 27 Provinsi di pulau Bali. Tak hanya itu, Pekan olahraga daerah (Porda) pada tahun 1995 di Pekanbaru, Kejuaran nasional (Kejurnas) atas nama Provinsi Riau di Sumatera Utara (Sumut) dan Kejuaraan antar klub se-Sumatra di Batam menjadi deretan event yang pernah diikutinya.

"Hampir 27 provinsi sudah saya jajaki untuk bertanding, terakhir main membawa tim Bola Voli Dinas Kehutanan Selat Panjang. Waktu itu sebagai honorer serta mendapat predikat pemain Favorit terbaik," kenangnya.

Selain pengalaman sebagai atlet Bola Voli, tidak tanggung-tanggung wanita yang kelihatan tomboy ini ternyata juga pernah mengikuti ajang balapan sepeda motor beberapa tahun silam.

Jerih Payah Atlet Perlu Mendapat "Penghargaan"

Dari beberapa pengalamannya, Yenny sangat berharap, jerih payah atlet haruslah mendapat penghargaan untuk menjadikan semangat dalam kehidupan sehari-hari. Masa depan atlet harus pula menjadi perhatian serius.

Kepada para atlet muda, Yenny mengingatkan, agar olahraga benar-benar menjadi bagian dari dirinya. "Teruslah berbuat. Teruslah ukir prestasi. Berikan yang terbaik bagi negeri," harap Yenny.

"Semoga penghargaan bagi para atlet semakin baik ke depannya," ungkapnya.

Saat ini, Yenny adalah Pelatih Bola Voli PBVSI Kota Pekanbaru dengan sertifikat pelatih daerah. Kendati, sebutnya, untuk mendapatkan sertifikat harus merogoh kocek sendiri dan dibantu beberapa teman-temannya.(***)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video