▴Pelantikan Bupati Siak▴ Festival Seni Budaya Melayu Riau Perkuat Pewarisan Tradisi di Negeri Istana

BERMADAH.CO.ID, SIAK - Alunan kompang, syair Melayu, dan berbagai pertunjukan seni tradisi memenuhi Halaman Siak Bermadah dalam Festival Seni Budaya Melayu Riau bertema “Junjung Budaya Negeri Istana”, Sabtu malam (20/6/2026).
Di tengah panggung Siak Bermadah yang hidup, seniman, anak-anak sanggar, dan masyarakat larut dalam suasana kebersamaan yang memperlihatkan kuatnya denyut budaya Melayu di Negeri Istana.
Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi seniman, sanggar budaya, generasi muda, dan masyarakat dalam merayakan sekaligus menghidupkan kembali kekayaan budaya Melayu yang tumbuh di Kabupaten Siak.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memberi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya terbaiknya kepada masyarakat.
"Terimakasih banyak kepada anggota komisi X DPR RI, tanpa dukungan beliau maka tidak mungkin kita bisa laksanakan kegiatan pada malam hari ini. Terimakasih telah mewujudkan karena udah lama kami ingin buat kegiatan seperti ini, " ucap Afni.
"Alhamdulillah walaupun dengan sederhana, tidak bermewah-mewah, tapi terlihat wajahnya senang dan bahagia dari warga Siak pada malam hari ini. Tentu yang ditunggu tampil malam ini bukan saya, tetapi anak-anak kita dan para seniman yang luar biasa. Mari kita saksikan bersama karya dan kreativitas mereka," tambah Afni disambut tepuk tangan masyarakat yang memadati area pertunjukan.
Menurut Afni, budaya Melayu bukan hanya warisan yang dijaga, tetapi juga harus terus dihidupkan melalui kreativitas dan keterlibatan generasi muda. Karena itu, ruang-ruang ekspresi budaya perlu terus diperkuat agar nilai-nilai tradisi tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari bersama Rumah Sunting binaan Kunni Masrohanti, serta mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kolaborasi tersebut menjadi penguat hadirnya ruang kreativitas bagi pelaku seni, komunitas budaya, dan generasi muda di Kabupaten Siak, sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak berjalan sendiri, tetapi melalui kerja bersama berbagai pihak.
Malam itu, sebanyak 13 kelompok seni dan sanggar budaya tampil membawakan beragam pertunjukan. Mulai dari kompang, silat, tari tradisi, musikalisasi puisi, hingga teater yang mengangkat pesan tentang hubungan manusia dengan alam dan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Melayu.
Ketua penyelenggara Kunni Masrohanti menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari proses pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
"Ini bukan hanya proses pelestarian budaya, tetapi juga proses pewarisan tradisi dan kearifan lokal dari generasi sebelumnya kepada anak-anak, serta cucu-cucu kita hari ini," kata dia.
Penampilan anak-anak dan remaja dari berbagai sanggar budaya menjadi salah satu perhatian masyarakat. Dengan penuh percaya diri mereka membawakan berbagai karya seni yang menunjukkan bahwa budaya Melayu tetap hidup dan terus berkembang di tangan generasi muda.
Anggota Komisi X DPR RI Karmila Sari mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Siak dan Riau merupakan aset berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan.
"Kekayaan budaya yang kita miliki harus terus kita wariskan kepada generasi muda. Sengaja kami ambil tempatnya di panggung Siak bermadah persis di depan Istana Siak, mudah-mudahan ini menjadi momentum pengingat kita sebagai warga negara Indonesia. Budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga kekuatan yang menyatukan masyarakat," ujarnya.
Suasana di Panggung Siak Bermadah semakin semarak ketika masyarakat dari berbagai kalangan memenuhi area pertunjukan. Tepuk tangan dan apresiasi penonton beberapa kali mengiringi penampilan para seniman yang tampil bergantian sepanjang malam.
Melalui Festival Seni Budaya Melayu Riau, semangat "Junjung Budaya Negeri Istana" tidak hanya hadir sebagai tema kegiatan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan yang menghidupkan tradisi, mempertemukan generasi, dan merawat identitas budaya Melayu di tengah masyarakat.(MC/Siak/Darwis)
Berita Terkait
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Minggu 21 Juni 0
- Minggu 21 Juni, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Bunsur0
- Penjaga RAM Sawit di Kesuma Jadi Tersangka, Penembakan Pencuri Brondolan Berujung Maut0
- RAR E-Sport Juara Kapolres Pelalawan Cup 2026, Polri Beri Panggung Prestasi untuk Generasi Digital0
- GMN Riau Ziarah Peradaban di Makam Panjang0
- Sabtu 20 Juni, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Sungai Rawa0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit Sabtu 20 Juni 0
- Bupati Siak Tekankan Kekompakan dan Apresiasi bagi Kafilah, Persiapan MTQ Riau Dimatangkan0
- Menteri Lingkungan Hidup Tinjau PT RAPP0
- Jumat 19 Juni, Pendampingan Penyemprotan Disinsfektan PMK URC Ternak di Kampung Teluk Mesjid0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







