▴Pelantikan Bupati Siak▴ Tokoh Muda Sungai Apit Desak Calon Direktur PT KITB Digugurkan, Jika Bermasalah Hukum

BERMADAH.CO.ID, SIAK – Penolakan terhadap salah satu calon Direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton (PT KITB) terus menguat.
Warga Kecamatan Sungai Apit secara terbuka menyuarakan keberatan mereka dan meminta panitia seleksi (pansel) bertindak tegas serta independen dalam proses pemilihan Direksi BUMD tersebut.
Penolakan ini mencuat lantaran ada calon yang disebut-sebut dan dikabarkan memiliki persoalan hukum.
Warga menilai, rekam jejak calon pimpinan perusahaan daerah harus benar-benar bersih dan tidak menyisakan persoalan yang berpotensi merugikan daerah.
Tukijan, perwakilan masyarakat Sungai Apit, kepada media menegaskan bahwa pansel tidak boleh terpengaruh oleh intervensi pihak mana pun.
“Kami minta Ketua Pansel benar-benar teliti. Jangan sampai ada intervensi. Ini soal masa depan daerah, bukan soal kepentingan kelompok,” tegasnya.
Menurutnya, jika benar terdapat persoalan hukum yang melekat pada salah satu calon, maka pansel wajib meninjau ulang berkas administrasi dan melakukan verifikasi secara menyeluruh.
“Jangan sampai orang yang punya masalah hukum justru diloloskan dan memimpin BUMD. Itu bisa merusak kepercayaan publik,” tambahnya.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Siak, Farizal, juga melontarkan kritik keras terhadap sikap oknum yan dinilai terlalu jauh mencampuri proses seleksi.
“Tidak patut jika ada seseorang yang merupakan bagian dari stakeholder negeri ini ikut berkampanye untuk calon Direktur BUMD. Seharusnya menjadi wasit. Pansel jangan sampai terpengaruh,” ujarnya.
Masyarakat berharap proses seleksi Direktur PT KITB berjalan transparan, profesional, dan bebas dari praktik “titip-menitip”. Mereka menilai, pengalaman masa lalu dalam pengelolaan kawasan industri tersebut sudah cukup menjadi pelajaran. Jangan sampai diwarnai polemik dan dugaan kepentingan politik.
Desakan warga Sungai Apit ini menjadi peringatan keras bagi pansel dan para pemangku kepentingan agar menjaga integritas proses seleksi.
Publik kini menanti, apakah pansel mampu berdiri tegak di atas prinsip profesionalisme, atau justru tunduk pada tekanan politik.(Darwis)
Berita Terkait
- Rabu 25 Februari, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Penyengat0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Rabu 25 Februari0
- TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru Genjot Pemasangan Papan Mal Teras Rumah Warga0
- TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru Dorong Percepatan Pembangunan di Kelurahan Tuah Negeri0
- Buka Puasa Bersama Cipayung Plus dan BEM, Kapolda Riau Ajak Mahasiswa Jadi Motor Perubahan0
- Ramadan Jadi Momentum, Satgas TMMD Pererat Kebersamaan dengan Warga Tuah Negeri0
- F (32) dan Sabu 0,34 Gram Diamankan di Polsek Kerumutan0
- Pemkab Rohil Agendakan Safari Ramadan 1447 di 10 Kecamatan0
- Kapolres Pelalawan Berbagi di Panti Asuhan Yayasan Salsabila0
- Selasa 24 Januari, Babinsa Koramil 02/SA Komsos dan Sosialisasi Tentang Nilai-Nilai Pancasila0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







