▴Pelantikan Bupati Siak▴
▴Iklan DPRD Siak▴ Disbun Riau-GAPKI Dorong Kemitraan 20 Persen untuk Kesejahteraan Masyarakat
Berkebun untuk Riau Maju

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar sosialisasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) dengan mengusung tema “Berkebun untuk Riau Maju: Strategi dan Peran Pemerintah Provinsi Riau dalam Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar”.
Kegiatan berlangsung di Hotel The Zuri Pekanbaru, Selasa (15/9/2026), dan menghadirkan sejumlah tokoh, akademisi, praktisi, pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan perkebunan.
Kegiatan tersebut dibuka Gubernur Riau SF Hariyanto ST MT yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi SHut MT. Dalam sambutannya, Supriadi menyampaikan pesan Gubernur bahwa sektor perkebunan merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Riau yang harus terus dibenahi secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Perkebunan adalah rumah besar kita. Perkebunan juga menjadi penyelamat kita semua. Berbagai krisis bisa kita lewati karena perkebunan. Karena itu, perkebunan Riau harus terus berbenah, dari hulu sampai hilir,” ujar Supriadi menyampaikan pesan Gubernur Riau.
Menurutnya, Riau memiliki potensi perkebunan yang sangat besar dengan luasan sekitar 4,378 juta hektare, sementara perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu komoditas utama. Besarnya potensi tersebut, kata Supriadi, harus diikuti dengan tata kelola yang baik agar keberadaan industri perkebunan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan perkebunan.
Supriadi juga mengajak seluruh pihak meninggalkan pola pikir yang hanya berorientasi pada kepentingan masing-masing. Pemerintah, perusahaan, masyarakat, petani, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya harus bergandengan tangan menyelesaikan berbagai persoalan perkebunan.
“Mari kita bersama-sama menjaga rumah besar perkebunan ini. Jangan ada saling berebut piring. Jangan sampai ada perbedaan yang mencolok, apalagi ada yang kaya sementara masyarakat di sekitarnya susah mencari makan,” tegasnya.
Sementara itu, Doris Monica Sari Turnip STP MSi, Ketua Kelompok Pembinaan Usaha Perkebunan Berkelanjutan Direktorat Jenderal Perkebunan, memaparkan kebijakan dan regulasi terkait FPKMS. Ia menjelaskan bahwa fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar merupakan bagian penting dalam membangun pola kemitraan perkebunan yang berkelanjutan dan memberikan ruang manfaat bagi masyarakat sekitar.
Doris menegaskan, perusahaan perkebunan memiliki kewajiban memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sekitar dengan porsi 20 persen sebagai bentuk kemitraan dari luas lahan sesuai perizinan, dengan ketentuan pelaksanaannya mengikuti regulasi yang berlaku.
Menurutnya, FPKMS bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sehingga pembangunan perkebunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan.
Dari sisi pertanahan, Yenni Feranika SH MH, Koordinator Substansi Penetapan Hak atas Tanah dan Ruang BPN Provinsi Riau yang mewakili Kakanwil BPN Provinsi Riau, menjelaskan peran dan fungsi Kementerian ATR/BPN dalam penetapan hak atas tanah, termasuk pengaturan Hak Guna Usaha (HGU). Ia memaparkan berbagai persyaratan dan aspek pertanahan yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan pembangunan kebun masyarakat memiliki kepastian hukum dan tidak menimbulkan persoalan agraria di kemudian hari.
Paparan lainnya disampaikan Muhammad Iqbal dari Kompartemen Sosialisasi dan Kebijakan Bidang Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) GAPKI. Ia mengulas berbagai persoalan agraria yang masih dihadapi dalam pengembangan perkebunan, sekaligus mendorong percepatan program PSR bagi petani swadaya. Menurutnya, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan industri sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, akademisi dan praktisi resolusi konflik, DR M Rawa El Amady MA, menyoroti pentingnya membangun kemitraan berkelanjutan dalam pelaksanaan FPKMS. Ia memaparkan berbagai potensi konflik yang dapat muncul dalam hubungan perusahaan dan masyarakat sekaligus menawarkan pendekatan penyelesaian yang mengedepankan komunikasi, keterbukaan, keadilan, dan kesepakatan bersama. Diskusi semakin menarik karena dipandu moderator Prof Dr Al-Masri Syahza SE MP, Guru Besar Universitas Riau, bersama Ir AZ Dari Yasin M Agr, Ketua Penasehat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEMI) Komisariat Pekanbaru.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri Ketua GAPKI Riau Lichwan Hartono beserta jajaran pengurus dan anggota perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau, jajaran Dinas Perkebunan, LAMR Riau, organisasi kemasyarakatan, akademisi, praktisi, petani, kelompok tani, lembaga swadaya masyarakat, serta insan pers. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kepentingan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mencari solusi bersama bagi masa depan perkebunan Riau.
Melalui semangat “Berkebun untuk Riau Maju”, FPKMS diharapkan tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi mampu diwujudkan menjadi kemitraan nyata yang memperkuat ekonomi masyarakat dan menjadikan perkebunan sebagai rumah besar yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Riau.(EP)
Berita Terkait
- IJTI Gelar Aksi Solidaritas Doa Bersama untuk Keselamatan 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda0
- Asap Karhutla Meningkat, Kapolres Pelalawan Bagikan Masker dan Serukan Warga Stop Bakar Lahan0
- HMI Perluas Sayap ke Dumai, PB HMI Terbitkan SK Cabang Persiapan 056/KPTS/A/04/14470
- Fithriady Syam Juara LKTJ Raja Ali Kelana 2026, PWI Riau Gebrak Isu Pers dan Lingkungan0
- Pamit dari Pelalawan, Kapolres AKBP John Louis Letedara Sambangi LAMR0
- Karhutla Langgam Terungkap! GDS Dibekuk Polisi, 1,5 Hektare Lahan Hangus0
- Pesan Karmila Sari untuk Mahasiswa Baru: PKKMB Jadi Gerbang Membentuk Karakter 0
- PLN UID Riau dan Kepri Perkuat Wawasan dan Kewaspadaan Pegawai terhadap Paham Radikal0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Selasa 15 September0
- Selasa 15 September, Babinsa Koramil 02/SA Komsos dan Sosialisasi tentang Nilai-Nilai Pancasila0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







