▴Pelantikan Bupati Siak▴ Ketua FPR Riau Dukung Kebijakan Tanjak Polda Riau, Nilai Sarat Makna Budaya Melayu

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU – Kebijakan Polda Riau yang menetapkan penggunaan tanjak bagi personel pria serta selempang setiap hari Jumat menuai apresiasi luas, termasuk dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan kalangan insan pers di Riau.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Taufik Ikram Jamil, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut memiliki dimensi besar dalam pembangunan daerah, tidak hanya bagi institusi kepolisian, tetapi juga dalam menjaga marwah budaya Melayu.
Hal ini disampaikannya usai prosesi pemasangan tanjak secara simbolis kepada personel di Markas Polda Riau, Jumat (20/2/2026).
“Kebijakan ini bukan sekadar simbol, tetapi mencerminkan nilai budaya yang hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan Riau,” ujarnya.
Program bertanjak dan berselempang ini mulai diterapkan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Riau melalui apel bersama yang melibatkan lebih dari 11.000 personel, baik di tingkat Polda maupun Kepolisian Resor (Polres).
Di Mapolda Riau, apel dipimpin oleh Kepala Biro SDM, Kombes Boy Jackson Situmorang.
Dalam sambutan tertulis Kapolda Riau, Hery Heryawan, disebutkan bahwa penggunaan tanjak dan selempang merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya Melayu.
“Ini bukan hanya atribut seremonial, tetapi simbol nilai, etika, dan tanggung jawab moral anggota Polri dalam menjalankan tugas,” demikian isi sambutan tersebut.
Dukungan kuat juga datang dari Ketua Forum Pemimpin Redaksi (FPR) Riau, Rahmat Handayani. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata dalam memahami kearifan lokal masyarakat Riau.
“Program ini harus didukung dan diapresiasi. Beliau baru di Negeri Lancang Kuning, tetapi sudah memahami filosofi ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Ini menunjukkan kepedulian terhadap budaya masyarakat Riau,” ujarnya kepada media, Sabtu (21/02/2026).
Rahmat juga berharap program ini dapat menjadi contoh dan pijakan bagi para pemimpin di Riau untuk terus menjunjung tinggi nilai budaya dalam setiap kebijakan.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai budaya ke dalam institusi negara. Selain memperkuat identitas Melayu, program ini juga diharapkan mampu membangun kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Dengan semangat pelestarian budaya, Polda Riau tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kearifan lokal di Bumi Lancang Kuning.(***)
Berita Terkait
- PLN UID Riau dan Kepri Pastikan Keandalan Listrik Masjid di Pekanbaru Jelang Ramadan 1447 H0
- Kapolres Pelalawan Resmi Launching Tanjak dan Selempang0
- PT Patra Drilling Contractor Ajak Pekerja Lepaskan Stres Lewat Workshop Self Healing0
- Jumat 20 Februari, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos dibKampung Teluk Mesjid0
- Jumat 20 Februari, Babinsa Koramil 02/SA Follow Up/Mengunjungi Anak Asuh Stunting0
- Pemuda RW/02/RT/01 dan RT/02 Sungai Apit Adakan Mandi Balimau Kasai0
- Di Sela Kegiatan TMMD, Prajurit Kodim 0301/Pekanbaru Bangun Kedekatan dengan Anak-Anak0
- TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru, Prajurit TNI Bermain Bersama Anak-Anak Warga0
- Korupsi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Pelalawan, Tersangka Jadi 19 Orang0
- Kamis 19 Februari, Babinsa Koramil 02/SA Komsos dan Sosialisasi tentang Nilai-Nilai Pancasila0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







