▴Pelantikan Bupati Siak▴ ORI Nyatakan Berpisah Dari Partai Buruh

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), yang selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi inisiator lahirnya Partai Buruh, secara resmi menyatakan berpisah dari partai tersebut.
Deklarasi yang digelar di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (4/7/2026), menjadi penanda dimulainya arah perjuangan baru yang diklaim tetap berpihak kepada kepentingan kaum buruh, namun berada di luar struktur Partai Buruh.
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu dihadiri unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi serikat pekerja, serta para pengurus ORI dari berbagai daerah.
Kehadiran para pemangku kepentingan dinilai sebagai bentuk keterbukaan organisasi dalam menyampaikan keputusan yang telah diambil secara resmi.
Ketua Exco ORI Provinsi Riau, Erick Suryadi R., A.Md., AAIJ, menegaskan bahwa keputusan meninggalkan Partai Buruh bukanlah akhir dari perjuangan yang selama ini dibangun bersama.
Menurutnya, langkah tersebut justru menjadi awal untuk membangun gerakan yang lebih independen, lebih luas, dan lebih fokus memperjuangkan hak-hak pekerja.
"Perpisahan ini bukan berarti perjuangan selesai. Justru kami ingin membuka ruang yang lebih besar untuk memperjuangkan aspirasi buruh dengan cara yang lebih efektif dan bermartabat. ORI akan terus bergerak bersama masyarakat pekerja demi menghadirkan perubahan yang lebih baik," tegas Erick di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa deklarasi terbuka tersebut sengaja dilakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat maupun instansi pemerintah mengenai posisi ORI ke depan.
Dengan demikian, seluruh pihak memahami bahwa ORI tidak lagi memiliki hubungan organisasi maupun politik dengan Partai Buruh.
Menurut Erick, transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas organisasi. Karena itu, seluruh proses penyampaian sikap dilakukan secara terbuka dengan menghadirkan berbagai unsur sebagai saksi atas keputusan tersebut.
Dukungan terhadap langkah ORI juga datang dari Wakil Ketua DPD KSPSI AGN Provinsi Riau, Achmad Zahri T., SH., MH. Ia menilai keputusan tersebut merupakan hak organisasi dalam menentukan arah perjuangannya, selama tetap berorientasi pada kepentingan buruh.
Sebagai organisasi yang menaungi ORI, KSPSI AGN, kata Achmad Zahri, menghormati keputusan tersebut dan berharap langkah baru itu mampu memperkuat integritas gerakan pekerja di masa mendatang.
"Kami mendukung keputusan ini. Harapannya, ke depan perjuangan kaum buruh semakin kuat, lebih solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pekerja di berbagai sektor," ujarnya.
Sementara itu, dari unsur keamanan, pihak Polda Riau yang diwakili Kasubbid Intel menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Aparat juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga stabilitas keamanan serta mengedepankan penyelesaian setiap dinamika organisasi secara damai.
"Kami berharap situasi tetap kondusif. Perbedaan pandangan adalah hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi, namun keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap menjadi prioritas bersama," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Linda Marlina Siagian, S.SIT., M.Sc., menyampaikan bahwa dinamika politik merupakan sesuatu yang lumrah dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, setiap organisasi memiliki hak menentukan sikap dan arah perjuangannya sepanjang tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi mengenai pengunduran diri Erick Suryadi dari jabatan Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Riau untuk periode 2026–2031.
"Informasi resmi mengenai pengunduran diri saudara Erick telah kami terima. Dengan demikian, ke depan yang bersangkutan tidak lagi memiliki tanggung jawab maupun kewenangan atas nama kepengurusan Partai Buruh di Provinsi Riau. Terima kasih karena melalui forum resmi ini kami memperoleh penjelasan yang utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari," ungkap Linda.
Deklarasi tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam dinamika organisasi buruh di Provinsi Riau. Keputusan ORI berpisah dari Partai Buruh dipandang sebagai awal lahirnya babak baru perjuangan yang akan dijalankan dengan identitas organisasi sendiri.
Meski memilih jalan yang berbeda, seluruh pihak yang hadir berharap dinamika tersebut tetap berlangsung secara demokratis, mengedepankan persatuan, serta tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pekerja sebagai tujuan paling utama adalah perjuangan.(***)
Berita Terkait
- Demokrat Inhu Serahkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Dusun Teluk Serunai0
- TKD Koalisi Indonesia Maju Kabupaten Indragiri Hulu Gelar Konsolidasi0
- Ketua DPC Demokrat Inhu, Adila Ansori Bantu Korban Kebakaran di Dua Kecamatan0
- Adila Ansori dan Ketua Demokrat Rohil Dodi Saputra Hadiri Tahlilan Almarhum Sekretaris Demokrat Riau0
- Turnamen Tenis Meja Sarung Meriahkan HUT ke-78 RI di Kecamatan Pasir Penyu0
- Upacara HUT ke-78 RI di Kecamatan Pasir Penyu, Anggota DPRD Inhu 3 Periode Pembaca Teks Proklamasi0
- Ketua DPC dan Kepala BPOKK Demokrat Inhu Kunjungan ke DPAC Kuala Cenaku0
- Penuhi Undangan, Adila Ansori Doakan IKTD Belilas Semakin Kompak dan Bersatu0
- DPC Demokrat Kabupaten Inhu Berbagi Takjil ke Warga0
- Sampaikan Penolakan PK KSP Moeldoko, Puluhan Kader DPC Partai Demokrat Inhu Datangi PN Rengat0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







