▴Pelantikan Bupati Siak▴ Waspada Penipuan WhatsApp, Pelaku Catut Nama dan Foto Rahmat Handayani di Pekanbaru

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU — Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan tokoh atau individu tertentu. Kali ini, nama dan foto Rahmat Handayani dicatut oleh pelaku tidak bertanggung jawab untuk memperdaya sejumlah warga di Kota Pekanbaru.
Modus penipuan tersebut terungkap setelah beberapa warga melaporkan adanya pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menggunakan foto profil Rahmat Handayani. Pelaku berusaha membangun komunikasi secara akrab dengan berbagai cara, seolah-olah mengenal dekat calon korban.
Beberapa warga yang hampir menjadi korban antara lain Jefry, warga Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim; Apriadi, warga Jalan Pangeran Hidayat; serta Rahmat Handayani, warga Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, yang fotonya justru digunakan oleh pelaku penipuan.
Rahmat Handayani selaku pihak yang dirugikan menyampaikan klarifikasi kepada media setelah menerima banyak laporan dari rekan dan koleganya yang dihubungi melalui pesan WhatsApp palsu tersebut, Selasa (10/02/2026).
“Banyak teman-teman yang melapor kepada saya, mereka menerima pesan WhatsApp dari nomor baru yang mengatasnamakan saya dan menggunakan foto profil saya,” ujar Rahmat.
Ia menegaskan bahwa nomor WhatsApp +62 813-7774-693 bukan nomor pribadinya dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan dirinya.
“Nomor itu bukan nomor WhatsApp (WA) saya. Jika bapak atau ibu menerima pesan pribadi dari nomor tersebut, mohon untuk diabaikan,” tegasnya.
Rahmat juga menekankan bahwa dirinya tidak bertanggung jawab atas segala bentuk permintaan, termasuk permintaan transfer uang atau bantuan lainnya, yang mengatasnamakan dirinya melalui nomor tersebut.
“Jika saya meminta sesuatu kepada teman atau kerabat, saya pasti akan bertemu langsung atau menggunakan rekening atas nama saya sendiri,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Rahmat Handayani kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan dirinya. Ia meminta agar setiap informasi dikonfirmasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp lamanya atau melalui orang-orang terdekat yang mengenalnya.
“Jika ada yang mengaku sebagai saya, mohon diabaikan atau dikonfirmasi terlebih dahulu. Mari kita lebih waspada terhadap kejahatan siber yang semakin marak,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap penipuan online, khususnya melalui WhatsApp, yang kerap memanfaatkan identitas orang lain demi melancarkan aksi kejahatan.(rls)
Berita Terkait
- Selasa10 Februari, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Sungai Limau0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Selasa 10 Februari0
- Upacara Pembukaan TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru Digelar di Tenayan Raya0
- TMMD ke-127 TA 2026 Kodim 0301/Pekanbaru Resmi Dibuka0
- Puncak HPN 2026 Tegaskan Kedaulatan Informasi0
- Puncak HPN 2026 di Banten: Wako Pekanbaru Raih Penghargaan SIWO PWI Award0
- Abdul Hamid Tanamkan Empat Pilar di SMAN 2 Pangkalan Kerinci0
- Senin 9 Februari, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Tanjung Kuras0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Senin 9 Februari0
- Banten Sambut Hangat Insan Pers di Gala Dinner HPN 20260
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







