Iran Pamer Rudal Balistik Baru, Ini Tanggapan AS

By Bermadah 09 Feb 2019, 03:20:28 WIB Internasional
Iran Pamer Rudal Balistik Baru, Ini Tanggapan AS

Keterangan Gambar : Ilustrasi rudal Iran. (Reuters/Mahmood Hosseini). cnnindonesia.com


BERMADAH.CO.ID, AMERIKA SERIKAT - Angkatan bersenjata Iran, dilaporkan memamerkan rudal balistik jarak jauh dengan teknologi baru, beberapa waktu lalu. Selama ini, pihak Amerika Serikat (AS) mendesak untuk menghentikan pengembangan senjata tersebut.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa rudal yang dikenal dengan nama "Dezful" itu memiliki jarak tempuh hingga 1.000 kilometer. Rudal itu disebut sebagai versi terbaru yang dibkabrkan memiliki jangkauan hingga 700 kilometer dengan hulu ledak mencapai 450 kilometer.

Dikutip Reuters, sejumlah gambar yang dirilis media memperlihatkan sebuah pabrik rudal "bawah tanah".

Tak hanya itu, selain meresmikan dan memamerkan rudal tersebut, Iran juga mengklaim memiliki sejumlah rudal dengan jarak tempuh hingga 2.000 kilometer. Teheran mengklaim rudal tersebut bisa menjangkau pangkalan militer Israel dan AS di kawasan itu.

Sementara itu, dilansir AFP, Gedung Putih mengecam keras pengembangan rudal yang masih dilakukan Iran tersebut. AS bersumpah akan terus menekan agar Iran menghentikan pengembangan peluru kendalinya itu.

"Ini merupakan pengabaian terang-terangan Iran terhadap hukum internasional. Kita harus mengembalikan pembatasan internasional yang lebih ketat untuk membendung program rudal Iran," ucap wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Robert Palladino.

"AS akan terus tanpa henti membangun dukungan di seluruh dunia untuk menghadapi aktivitas rudal balistik dari rezim Iran. Kami akan terus memberikan tekanan pada rezim Iran sampai negara itu mengubah perilaku merugikannya".

Relasi Iran-AS kembali memanas terutama setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir beberapa waktu lalu.

Diberitakan, perjanjian yang disepakati pada 2015 itu berisi kesepakatan Iran untuk menyetop pembangunan program senjata rudal dan nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi serta embargo bagi Iran. Perjanjian itu disepakati Iran, AS, Perancis, Rusia, China, Inggirs, Jerman, dan Uni Eropa.

Trump menganggap perjanjian yang disepakati oleh pendahulunya itu merupakan sebuah "bencana" dan memutuskan menjatuhkan kembali sanksi terhadap Iran secara unilateral.

Namun, meski AS telah keluar, Iran dan negara Eropa tetap mempertahankan komitmen untuk menjalankan perjanjian tersebut.(***)

Sumber: cnnindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video