Kejari Pekanbaru Tahan 4 Tersangka Korupsi Drainase

By Bermadah 01 Nov 2018, 21:08:33 WIB Hukrim
Kejari Pekanbaru Tahan 4 Tersangka Korupsi Drainase

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Penyidik Kejaksaan Negeri Pekanbaru langsung melakukan penahanan terhadap empat orang dari lima tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Drainase di Jalan Seokarno Hatta, Kamis (1/11/2018) sore.

Ke empat tersangka ini nampak mengenakan baju tahanan dan langsung digiring dari Kantor Kejari Pekanbaru menuju mobil tahanan untuk ditahan di Rumah Tahanan Kelas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru selama 20 hari sebagai titipan Jaksa.

Dari ke empat tersangka tersebut, salah satu tersangkanya juga tersandung kasus dugaan korupsi RTH Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani Pekanbaru.

Adapun inisial ke empat tersangka ini ICS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), IS selaku Konsultan Pengawas CV Siak Pratama Enginering Consultan, WS selaku Ketua Pokja, RAP selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Untuk satu tersangka yang belum dilakukan penahanan tersebut yakni SJ selaku Direktur Utama PT Sabar Jaya Karyatama.

"Hari ini kita lakukan pemeriksaan terhadap Tersangka. Usai pemeriksaan kita langsung melakukan penahanan di Rutan Kelas II B Jalan Sialang Bungkuk Pekanbaru selama 20 hari," kata Kasi Intel Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady.

Fuady menjelaskan, seorang tersangka yang juga terjebak dalam kasus dugaan korupsi pada RTH Tunjuk Ajar Integritas bernama Ichwan Sunardi (IS) selaku Konsultan Pengawas CV Siak Pratama Enginering Consultan.

"Jadi Ichwan Sunardi ini selain tersangka proyek pembangunan Drainase, dirinya juga terlibat kasus dugaan korupsi pada RTH yang ditangani Kejati Riau dimana Ichwan Sunardi ini sebagai Ketua Pokja," bebernya.

"Yang tidak hadir untuk memenuhi panggilan penyidik Kejari Pekanbaru adalah SJ selaku Direktur Utama PT Sabar Jaya Karyatama. Jadi tersangka yang kita tahan berjumlah 4 orang tersangka," sambungnya lagi.

Sementara itu, atas pekerjaan proyek yang telah dilakukan oleh rekanan tersebut, yang tidak sesuai dengan nilai kontrak awal, negara dirugikan miliaran Rupiah.

Untuk duketahui, Drainase Paket A dibangun dari Simpang Jalan Riau sampai pada Simpang Komersil Arengka (SKA).

Proyek pembangunan tersebut dianggarkan dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016 pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Riau yang bernilai pagu paket Rp14.314.000.000.

PT Sabar Jaya Karyatama merupakan pelaksana pekerjaan dengan penawaran yang diajukan Rp11.450.609.000.

Bahkan dalam penyidikan perkara ini, Penyidik Kejari juga melakukan pemanggilan terhadap puluhan saksi dari ASN dan pihak rekanan.

Untuk membantu proses penyelidikan, penyidik juga menurunkan Ahli untuk mengecek fisik proyek pada Juni 2018 lalu dan dibantu tenaga dan alat-alat dari Pidsus Kejari.

Dalam perkara itu, dugaan penyimpangan sudah ada sejak proses tender dilakukan. Sejumlah pihak diduga melakukan pengaturan lelang untuk memenangkan salah satu perusahaan dalam kegiatan tersebut.

Dalam pengaturan itu, diduga terdapat "uang pelicin" sebesar Rp100 juta. Uang tersebut disita dari Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Riau.

Atas adanya temuan dugaan "uang pelicin" tersebut, mereka sudah mengembalikan uang itu pada Selasa (5/6/2018) lalu, setelah perkara ini disidik Penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru.

Akibat perbuatannya, Tersangka dijerat dengan Pasal tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(fik)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video