Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah

By Bermadah 01 Nov 2026, 10:42:18 WIB Riau
Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Anggota Komisi X DPR RI, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, mendorong guru, mahasiswa, dan dosen untuk meningkatkan budaya menulis serta menghasilkan karya tulis ilmiah yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan.

Hal itu dikatakan saat menghadiri babak final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tahun 2026 untuk kategori guru, mahasiswa, dan dosen, di Auditorium Gedung Sekretariat Universitas Islam Riau (UIR), Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Karmila Sari tersebut mengangkat tema Optimalisasi Kebijakan dalam Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas dan Berkeadilan.

Dalam sambutannya, Anggota Fraksi Golkar tersebut mengatakan, lomba karya tulis ilmiah bukan sekadar ajang kompetisi untuk menghasilkan pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kalangan akademisi dan tenaga pendidik untuk menyampaikan gagasan, hasil penelitian, serta solusi atas berbagai persoalan pendidikan.

Menurutnya, penelitian dan publikasi ilmiah harus semakin diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan, sehingga hasil pemikiran dari kalangan akademisi dapat menjadi masukan bagi perbaikan kebijakan pendidikan.

"Kita berharap jurnal-jurnal dan penelitian yang dihasilkan semakin banyak serta sesuai dengan kebutuhan. Sebab, kita membutuhkan penelitian yang bisa menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada," kata Dr Karmila Sari.

Ia mencontohkan sejumlah persoalan pendidikan yang masih membutuhkan perhatian, mulai dari kebijakan relokasi, keterbatasan biaya operasional sekolah, peningkatan kualitas satuan pendidikan, hingga penyediaan fasilitas belajar yang layak bagi anak-anak, khususnya di daerah pinggiran.

Karmila juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah, kepala sekolah, serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Menurutnya, hubungan antara sekolah menengah dengan perguruan tinggi perlu diperkuat agar siswa SMA dan SMK memperoleh informasi serta gambaran yang lebih jelas mengenai pilihan program studi, kebutuhan pendidikan lanjutan, dan persiapan memasuki dunia perguruan tinggi.

"Kegiatan ini, kita ingin mendekatkan para kepala sekolah dengan rektor dan direktur perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Dengan begitu, berbagai persoalan yang dihadapi siswa SMA dan SMK terkait pilihan jurusan dan perguruan tinggi bisa lebih mudah dicarikan solusinya," jelasya.

Selain memperkuat sinergi kelembagaan, Karmila menyebut perlu adanya upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.

Ia mengatakan, perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu. Karena itu, diperlukan dukungan dan kemudahan akses agar anak-anak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana sesuai kemampuan, minat, dan potensi masing-masing.

Sebagai Anggota DPR RI Dapil Riau satu, Karmila Sari juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong dukungan terhadap perguruan tinggi melalui aspirasi yang dimilikinya.

Ia berharap pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga sumber daya manusia yang mandiri, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Tujuan pendidikan bukan hanya mendapatkan gelar, tetapi bagaimana mempersiapkan generasi yang berkualitas, mandiri secara finansial maupun dalam berpikir, sehingga mampu berbuat dan memberikan dampak bagi masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Karmila mengingatkan bahwa budaya menulis karya ilmiah perlu diperluas, terutama di kalangan guru dan kepala sekolah pada jenjang SMA dan SMK.

Menurutnya, menulis merupakan salah satu bentuk pembuktian kemampuan seseorang dalam mengembangkan gagasan, mendokumentasikan pemikiran, serta menawarkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia berharap kegiatan LKTI 2026 dapat menjadi motivasi bagi guru, mahasiswa, dan dosen untuk terus berkarya serta meningkatkan produktivitas dalam menghasilkan penelitian dan tulisan ilmiah.

"Tulisan, kita memiliki bukti bahwa kita mampu memberikan gagasan dan solusi. Karya tersebut juga menjadi rekam jejak yang menunjukkan kualitas serta kontribusi seseorang, tidak hanya di Riau, tetapi juga di tingkat nasional," tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Riau, Assoc Prof Dr Admiral, SH, MH, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Karmila Sari yang telah menghadirkan ruang kompetisi sekaligus pengembangan intelektual bagi guru, mahasiswa, dan dosen.

Ia menegaskan, karya tulis ilmiah tidak seharusnya hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan perlombaan atau kepentingan akademis semata. Lebih dari itu, karya ilmiah harus mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan kehidupan.

Assoc Prof Admiral mengingatkan bahwa seseorang mungkin telah tiada, tetapi karya dan pemikiran yang ditinggalkannya dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

"Kita menghasilkan orangnya boleh saja sudah berpulang, tetapi karya yang ditinggalkan akan hidup sepanjang zaman. Oleh karena itu, kami ingin menitipkan pesan kepada bapak dan ibu dosen, guru, serta mahasiswa agar karya tulis ilmiah bukan hanya sekadar diperlombakan, tetapi juga dapat berkontribusi secara aktif untuk menyelesaikan berbagai persoalan, terutama demi kemaslahatan umat dan bangsa," ujar Rektor UIR.

Rektor UIR juga mengapresiasi sinergi yang dibangun Karmila Sari antara lingkungan perguruan tinggi dan sekolah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan produktif bagi kalangan akademisi dan tenaga pendidik untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta memperkuat budaya literasi dan penelitian.

Assoc Prof Admiral berharap kegiatan LKTI 2026 dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan menjadi salah satu upaya memperkuat kontribusi dunia pendidikan terhadap pembangunan masyarakat.

Dengan terselenggaranya final lomba karya tulis ilmiah tersebut, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi yang tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga dapat menjadi bahan pemikiran dalam mendorong kebijakan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.(***)




Berita Terkait

Berita Populer

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Teknologi

Read More

Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video