Kejati Riau Tahan 3 Tersangka Korupsi RTH

By Bermadah 01 Nov 2018, 16:03:35 WIB Hukrim
Kejati Riau Tahan 3 Tersangka Korupsi RTH

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Riau, Kamis (1/11/2018) melakukan penyerahan Tahap II kasus dugaan tindak pidana korupsi Ruang Tebuka Hijau  (RTH) Tunjuk Ajar Integritas Jalan Ahmad Yani Pekanbaru untuk dilakukan penahanan.

Dalam penetapan Tahap II ini turut mencantumkan tiga orang tersangka yakni Ichwan Sunardi sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja), Haryanto sebagai Sekretaris Pokja dan Yusrizal sebagai PPK.

"Kasus dugaan Korupsi RTH Jalan Ahmad Yani hari ini kita Tahap II. Ketiga tersangka kita lakukan penahanan di Ruatan Kelas II B Jalan Sialang Bungkuk Pekanbaru," kata Aspidsus Kejati Riau, Subekhan, Kamis (1/11/2018) siang.

Pantauan awak media di Kantor Kejati Riau, ketiga tersangka ini langsung mengenakan baju tersangka berwarna orange, langsung naik ke dalam mobil Toyota Avanza hitam untuk dikirim ke Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk agar segera dilakukan penahanan langsung sebagai tersangka titipan dari Jaksa.

Untuk diketahui, sejauh ini kasus dugaan korupsi telah menyeret 18 orang sebagai tersangka. Selain tiga tersangka tersebut, ada tiga nama yang telah didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Mereka diantaranya, mantan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, Yuliana J Bagaskoro dan Rinaldi Mugni, yang masing-masing merupakan rekanan dan konsultan pengawas. Ketiganya telah ditahan sejak akhir November 2017 lalu.

Kemudian, penyidik Kejati Riau juga sudah menahan tiga orang tersangka yang kini juga tengah diproses di pengadilan. Yaitu, Direktur PT Panca Mandiri Consultant, Reymon Yundra, dan seorang staf ahlinya Arri Arwin, serta Khusno yang merupakan Direktur PT Bumi Riau Lestari (RBL).

Untuk tersangka lainnya, di antaranya Sekretaris Pokja, Hariyanto dan anggota Pokja Hoprizal. Selain itu, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Adriansyah dan Akrima ST, juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yusrizal dan ASN Silvia.‎ Terhadap mereka, nasibnya akan ditentukan belakangan.

Para tersangka tersebut melakukan pelanggaran melawan hukum dengan tiga modus yakni pengaturan tender dan rekayasa dokumen pengadaan.

Ditemukan pula bukti proyek ini langsung dan tidak langsung ada peran dari pemangku kepentingan yang harusnya melakukan pengawasan namun tidak dilakukan. Kemudian, ditemukan bukti proyek ini ada yang langsung dikerjakan pihak dinas.

Penyidik juga telah menemukan dugaan kerugian negara hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Riau senilai Rp1,1 miliar.

Dalam pengerjaan proyek RTH dikerjakan melalui Dinas Ciptada Riau dengar besaran anggaran Rp8 miliar. Dimana RTH langsung diresmikan Ketua Komisi Pemberantas Korupsi, Agus Raharjo pada 10 Desember 2016 yang bertepatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI).

Selain RTH Tunjuk Ajar Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, penyidik juga sedang membidik dugaan korupsi pembangunan RTH Kaca Mayang yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman.(fik)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video