Rusuh, Prancis Pertimbangkan Keadaan Darurat

By Bermadah 03 Des 2018, 00:53:40 WIB Internasional
Rusuh, Prancis Pertimbangkan Keadaan Darurat

Keterangan Gambar : Aksi protes yang berujung kerusuhan di Place de l'Etoile, Paris, Prancis, pada Sabtu (1/12). (REUTERS/Stephane Mahe), cnnindonesia


BERMADAH.CO.ID, PRANCIS - Untuk mencegah terulangnya kembali kerusuhan, Prancis akan mempertimbangkan pemberlakuan keadaan darurat, dan mendesak mereka yang melakukan aksi protes untuk datang ke meja perundingan. Demikian disampaikan juru bicara pemerintah Benjamin Griveaux seperti yang dikutip dari Reuters pada Ahad (2/12/2018).

Diberitakan, sekelompok pria dengan wajah bertopeng melakukan aksi protes hingga berujung kerusuhan di jalan-jalan pusat kota Paris pada hari Sabtu (1/12/2018). Akibat aksi protes itu, ada kendaraan dan gedung terbakar.

"Kami harus memikirkan langkah-langkah yang dapat diambil sehingga insiden ini tidak terjadi lagi," kata Griveaux kepada radio Eropa 1.

Sementara, pihak berwenang tak menduga aksi protes atas kenaikan bahan bakar dan biaya hidup yang berujung kerusuhan ketika itu masih berlangsung.

Aksi protes ini ini dikenal sebagai gerakan "rompi kuning".

Sehubungan dengan hal tersebut, Presiden Emmanuel Macron akan mengadakan pertemuan darurat dengan Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri untuk membahas penanggulangan aksi kerusuhan dan mengajak pemrotes berdialog lebih lanjut.

Sedangkan terkait pemberlakuan keadaan darurat, Griveaux mengatakan hal tersebut juga akan dibicarakan dalam kesempatan yang sama.

"Akan jadi tidak masuk akal jika setiap akhir pekan akan terjadi kerusuhan atau pertemuan di Prancis".

Aksi protes dimulai sejak 17 November dan dengan cepat menyebar. Para pemrotes memblokir jalan di Prancis dan menghalangi akses ke pusat perbelanjaan, pabrik dan beberapa tempat pengisian bahan bakar.

Pihak berwenang mengatakan kelompok-kelompok dari gerakan paling kanan hingga paling kiri telah menyusupi gerakan rompi kuning di Paris pada hari Sabtu, meskipun Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner mengatakan sebagian besar dari mereka yang ditangkap adalah pemrotes tanpa kelompok yang datang karena terprovokasi.

Berbicara di TV BFM Sabtu malam, Castaner mengatakan pihak berwenang telah melakukan semua langkah pengamanan untuk mencegah kekerasan, tetapi antisipasi tersebut tetap menemui kendala.

Dia dan Griveaux mendesak gerakan rompi kuning unntuk datang ke meja perundingan.

"Kami siap untuk berbicara dengan mereka dan selalu membuka pintu untuk mereka," kata Griveaux. Demikian diberitakan cnnindonesia.com.(***)

Sumber : cnnindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video