▴Pelantikan Bupati Siak▴
▴Iklan DPRD Siak▴ Biosolar Sulit Didapat, Antrean SPBU Pelalawan Jadi Sorotan Hima Persis
Stok dan Distribusi Harus Transparan

BERMADAH.CO.ID, PELALAWAN — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya Biosolar, kembali menjadi sorotan di Kabupaten Pelalawan. Kondisi tersebut mendorong Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD Hima Persis) Kabupaten Pelalawan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dan Polres Pelalawan memperkuat pengawasan terhadap stok serta distribusi BBM subsidi di seluruh SPBU, Rabu (16/9/2026).
Ketua Umum PD Hima Persis Pelalawan, Agung Prayoga, menilai antrean panjang yang membuat masyarakat harus menunggu berjam-jam tidak semestinya dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, pihak SPBU perlu memberikan informasi yang transparan terkait ketersediaan pasokan, stok harian, mekanisme distribusi, hingga ketentuan masyarakat yang berhak memperoleh BBM subsidi.
“Persoalan ini tidak boleh dipandang biasa dan dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai pasokan dan stok BBM setiap hari, termasuk bagaimana mekanisme pendistribusiannya dan kepada siapa BBM subsidi tersebut disalurkan,” kata Agung.
Ia menyebut antrean kendaraan dalam jumlah besar tidak hanya menyulitkan masyarakat yang membutuhkan BBM, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi. Kendaraan yang mengular di sekitar SPBU dapat memperlambat arus lalu lintas, menghambat mobilitas warga, serta berpengaruh terhadap aktivitas distribusi barang dan jasa.
Agung menambahkan, persoalan antrean BBM juga menjadi perhatian PW Hima Persis Riau. Kabid Politik dan Kebijakan Publik PW Hima Persis Riau, Surya Maryuda, turut memberikan atensi terhadap antrean BBM yang berlangsung hingga berjam-jam di sejumlah SPBU Kota Pekanbaru.
“Persoalan ini juga menjadi atensi dari PW Hima Persis Riau. Apa yang terjadi di Pekanbaru, dengan antrean panjang hingga berjam-jam, memiliki persoalan yang perlu kita lihat secara serius. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pelalawan,” ujarnya.
PD Hima Persis Pelalawan meminta pengawasan distribusi BBM subsidi dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi administratif. Aspek yang dinilai perlu diperiksa antara lain kesesuaian stok yang diterima SPBU dengan volume penyaluran, pencatatan transaksi, pemanfaatan CCTV dan sistem digital, serta pola pembelian yang dinilai tidak wajar.
“Kami meminta pengawasan dilakukan secara menyeluruh. Jangan hanya melihat ada atau tidaknya BBM di tangki SPBU, tetapi juga perlu dilihat berapa stok yang masuk, berapa yang disalurkan setiap hari, siapa yang menerima, dan apakah volume penyalurannya sesuai dengan data yang tercatat,” tegas Agung.
Ia juga meminta apabila terdapat dugaan praktik pelangsiran, penimbunan, pembelian berulang, atau bentuk penyalahgunaan BBM subsidi lainnya, hal tersebut diperiksa secara objektif oleh pihak yang memiliki kewenangan.
“Ketika masyarakat sudah mengantre hingga berjam-jam, namun stok habis dan kondisi sulit mendapatkan BBM terus terjadi, tanpa transparansi dan penjelasan yang logis dari manajemen SPBU, tentu muncul pertanyaan.
Karena itu, kami meminta persoalan ini diperiksa secara serius, objektif, dan berdasarkan data,” katanya.
Dorong Transparansi dan Pemantauan Lapangan
Agung menegaskan transparansi menjadi bagian penting untuk mengurai persoalan antrean BBM. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya menjadi pihak yang menunggu dalam antrean tanpa memperoleh informasi memadai mengenai kondisi pasokan dan mekanisme distribusi BBM di lapangan.
“Ketika masyarakat harus antre berjam-jam, wajar apabila muncul pertanyaan mengenai berapa pasokan yang tersedia setiap hari dan bagaimana distribusinya. Transparansi penting agar tidak menimbulkan keresahan dan prasangka di tengah masyarakat,” jelasnya.
Sebagai organisasi mahasiswa yang menjalankan fungsi kontrol sosial, PD Hima Persis Pelalawan menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut. Apabila tidak terdapat langkah konkret dari pemerintah daerah maupun aparat terkait, pihaknya berencana melakukan pemantauan lapangan di sejumlah SPBU secara terbuka dengan tetap menghormati kewenangan aparat dan ketentuan hukum yang berlaku.
Agung berharap Pemkab Pelalawan dan Polres Pelalawan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan tepat volume.
“BBM subsidi merupakan kebijakan negara yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan memperoleh haknya karena persoalan distribusi dan lemahnya pengawasan,” pungkasnya.(EP)
Berita Terkait
- Rabu 16 September, Babinsa Koramil 02/SA Follow Up/Mengunjungi Anak Asuh Stunting0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Rabu 16 September0
- Karhutla Jadi Perhatian, Tim Mabes TNI Perkuat Edukasi dan Sinergi di Wilayah Kodim 0322/Siak.0
- Rp626 Juta Digelontorkan PT THIP untuk Jalan Lintas Bono, Akses Segamai-Pulau Muda Makin Lancar0
- Disbun Riau-GAPKI Dorong Kemitraan 20 Persen untuk Kesejahteraan Masyarakat0
- IJTI Gelar Aksi Solidaritas Doa Bersama untuk Keselamatan 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda0
- Asap Karhutla Meningkat, Kapolres Pelalawan Bagikan Masker dan Serukan Warga Stop Bakar Lahan0
- HMI Perluas Sayap ke Dumai, PB HMI Terbitkan SK Cabang Persiapan 056/KPTS/A/04/14470
- Fithriady Syam Juara LKTJ Raja Ali Kelana 2026, PWI Riau Gebrak Isu Pers dan Lingkungan0
- Pamit dari Pelalawan, Kapolres AKBP John Louis Letedara Sambangi LAMR0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







