▴Pelantikan Bupati Siak▴ Demi Mendapatkan Minyak untuk Kendaraan, Masyarakat Rela Kehujanan

BERMADAH.CO.ID, SIAK - Masyarakat Sungai Apit rela antri panjang serta kehujanan demi mendapatkan minyak untuk kendaraan mereka, Minggu (3/5/3026).
Terlihat jelas di situ, Camat Sungai Apit Tengku MukhTasar SSos MSi ikut antrian di tengah ramainya masyarakat yang ingin mendapatkan minyak untuk mengisi kendaraan mereka.
Di kesempatan itu juga, Camat Sungai Apit, menjelaskan ke Media ini, berharap kepada masyakat agar dapat bersabar dan menahan diri dengan adanya ke adaan semacam ini karena lamanya antrian.
"Karena pada saat ini, pemerintah daerah informasinya sudah mau mencari solusi juga. Mudah-mudahan dapat tercapai dan ada solusinya bagi kita semua untuk bisa BBM ini stabil seperti biasa serta ada kemudahan untuk masyarakat," harapnya.
Bram (pengurus SPBU,) ketika diminta keterangan kenapa bisa antri panjang,
mengatakan, karena semua pengguna BBM mengisi kandaraanya di tempatnya.
"Kalau kemaren memang ada along - along yang membawa minyak ke kampung - kampung. Tetapi kalau sekarang tidak bisa lagi," kata Bram.
Tambahnya lagi, sekarang barkode pihaknya sudah diblokir oleh pertamina. Jadi, sebutnya, tidak bisa lagi untuk melayani along-along atau yang pakai keranjang.
"Jadi untuk ke depannya yang namanya pakai keranjang atau jeriken, ini harus mengurus izin dari Lurah atau Penghulu kampung dan akan diajukan ke kabupaten. Dan kita tunggu keputusan dari pemda, moga saja bisa normal seperti biasa nantinya," harap Bram.
"Untuk keluhan kami mau buat bagai mana lagi, inilah semenjak barkode ditutup, orang yang tak pernah ngisi disini pun datang mengisi BBM ke sini.
Masalah pengisian BBM, kendaraan mobil atau honda terbatas. Untuk Honda selagi Tangki standar ataupun mobil tangki standar masih wilayah Sungai Apit, kami layani," jelas Bram.
Tidak hanya di situ, beberapa orang merasa kecewa di saat mau mengisi BBM tidak bisa, karena petugas SPBU sudah tidak ada.
Kepada media, Ujang (64) merasa kecewa karena baru jam 11.15 petugas SPBU untuk pengisian Minyak sudah istirahat. "Kalau istirahat kenapa tidak diberi tanda, sedangkan kami sudah beberapa jam menunggu malah kehujanan karena mau mendapatkan minyak," kata Ujang.
"Kalau kemaren kami tidak pernah antrian seperti ini karena di jalan masih banyak pengecer minyak. Tetapi kali ini kami mintak pengertian dari pengelola SPBU untuk kerja Ekstra sedikit. Atau bisa menambah karyawan agar bisa aplusan kalau alasan penat atau lapar.
Kalau tidak buat pemberitahuan jam berapa bukak dan jam berapa tutup," ungkapnya.(Darwis)
Berita Terkait
- Forkopimda Pelalawan Sidak SPBU, Antrean BBM Disorot, Transparansi Jadi Kunci0
- Pembunuhan Sadis Lansia di Rumbai Terungkap, Menantu Diduga Jadi Otak Pelaku0
- Polsek Langgam Bekuk Pencuri Sawit, 14 Tandan Diamankan di Segati0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit Minggu 3 Mei0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit Minggu 3 Mei0
- Minggu 3 Mei, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Sungai Rawa0
- TepukTepung Tawar Calon Jemaah Haji oleh Lembaga Adat Melayu Kecamatan Sungai Apit 0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Sabtu 2 Mei0
- Sabtu 2 Mei, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Dosan0
- May Day Pelalawan Damai, Ratusan Buruh Serukan Kenaikan Upah0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







