▴Pelantikan Bupati Siak▴
▴Iklan DPRD Siak▴ Gajah Diego Mati di PLG Minas, 17 Tahun Menjadi Bagian dari Perjuangan Konservasi Riau

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU — Kabar duka menyelimuti dunia konservasi di Riau. Gajah Sumatera jantan bernama “Diego”, salah satu gajah binaan di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, dinyatakan mati pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Gajah berusia sekitar 17 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis secara intensif dari tim dokter hewan BBKSDA Riau.
Plh. Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan kondisi kesehatan Diego mulai mengalami penurunan sejak 10 September 2026. Saat itu, Diego menunjukkan gejala berupa diare dan penurunan nafsu makan.
Tim medis kemudian segera melakukan pemeriksaan dan pada diagnosis awal ditemukan adanya cacing pada kotoran yang dikeluarkan, sehingga Diego mendapatkan pengobatan berupa antibiotik, antiradang atau antiinflamasi, serta obat cacing.
Perawatan intensif sempat menunjukkan perkembangan positif. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan, nafsu makan Diego mulai meningkat dan bentuk kotorannya kembali membaik. Pemeriksaan feses kemudian dilakukan di Laboratorium PPS Yayasan Arsari Djodjohadikusumo di Pekanbaru dan hasilnya dinyatakan negatif dari cacing. Meski demikian, pengobatan dan pemantauan terhadap kondisi Diego terus dilakukan oleh tim medis.
Namun, pada 15 September 2026, kondisi Diego kembali memburuk. Mahout melaporkan bahwa Diego tidak mau makan sama sekali, mengalami diare dengan frekuensi cukup sering hingga hanya mengeluarkan cairan, serta terlihat sangat lemah.
Aktivitas minumnya juga sangat minim, yakni hanya beberapa tegukan sepanjang pagi hingga sore hari.
Melihat kondisi tersebut, tim medis BBKSDA Riau kembali melakukan penanganan intensif. Diego diberikan cairan melalui infus, obat-obatan suportif berupa vitamin, serta antiradang dan antiinflamasi. Tim medis juga mengambil sampel feses untuk dilakukan pemeriksaan parasit guna membantu memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami gajah jantan tersebut.
Pada 16 September 2026, tim medis kembali mendatangi Diego untuk melakukan treatment lanjutan, termasuk pengambilan sampel darah, pemberian cairan infus, dan obat-obatan lainnya. Namun, saat proses penanganan akan dilakukan, kondisi Diego tiba-tiba menurun drastis. Gajah tersebut terduduk dan kemudian tumbang. Tak lama berselang, tanda-tanda vital Diego menghilang dan pada pukul 12.00 WIB dinyatakan telah mati.
Berdasarkan hasil pemeriksaan bedah bangkai atau nekropsi, kematian Diego diduga berkaitan dengan infeksi kronis pada saluran pencernaan. Untuk memastikan diagnosis tersebut, tim medis BBKSDA Riau mengambil sejumlah sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jasad Diego kemudian dikuburkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Diego merupakan gajah jinak jantan yang lahir pada 3 September 2009 dari induk betina Vera dan induk jantan Reno, serta dibesarkan di PLG Minas. Selama berada di PLG Minas, Diego menjadi salah satu gajah binaan yang turut berperan dalam menyambut para pengunjung.
BBKSDA Riau menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan perawatan kepada Diego. Kepergian Diego sekaligus menjadi pengingat pentingnya memperkuat kepedulian terhadap pelestarian gajah Sumatera melalui perlindungan habitat, pengurangan konflik manusia dan satwa liar, serta kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan populasi gajah di Indonesia.(EP)
Berita Terkait
- PLN dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi Percepatan Program Listrik Desa di Provinsi Riau0
- Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat0
- Sekian Lama Masyarakat Mengkapan Alami Kebanjiran, Saat Ini Baru Ada Pencucian Sungai yang Dangkal0
- SenatorAbdul Hamid Titip PesanuntukMenkeu Baru:PerkuatFiskal Daerah,Wujudkan Pembangunan LebihMerata0
- Jelang Pelantikan, DPC Aliansi Wartawan Indonesia Kabupaten Siak Matangkan Kepengurusan0
- Biosolar Sulit Didapat, Antrean SPBU Pelalawan Jadi Sorotan Hima Persis0
- Rabu 16 September, Babinsa Koramil 02/SA Follow Up/Mengunjungi Anak Asuh Stunting0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Rabu 16 September0
- Karhutla Jadi Perhatian, Tim Mabes TNI Perkuat Edukasi dan Sinergi di Wilayah Kodim 0322/Siak.0
- Rp626 Juta Digelontorkan PT THIP untuk Jalan Lintas Bono, Akses Segamai-Pulau Muda Makin Lancar0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







