Ketua MPR RI: Wartawan Adalah Panggilan Nurani

By Bermadah 14 Jan 2026, 15:25:55 WIB Siak
Ketua MPR RI: Wartawan Adalah Panggilan Nurani

BERMADAH.CO.ID, JAKARTA - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026) sore. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh refleksi, dan sarat makna kebangsaan.

Dalam audiensi itu, Ahmad Muzani menekankan bahwa profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan nurani yang menuntut keberanian, kejujuran, serta keberpihakan pada kemanusiaan dan kebenaran.

Muzani mengenang pengalamannya saat mengikuti ujian wartawan muda PWI DKI Jakarta pada tahun 1991. Ia menyebut satu pertanyaan yang hingga kini membekas kuat dalam ingatannya.

“Salah satu pertanyaannya adalah, jika dalam meliput kita menemukan kecelakaan di tengah jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita?” ujar Muzani mengenang momen tersebut.

Ia mengaku memilih membantu korban terlebih dahulu sebelum menulis berita. Menurutnya, nilai kemanusiaan harus selalu berada di atas kepentingan apa pun, termasuk kepentingan jurnalistik. Dari pilihan itulah, ia dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI.

“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tetapi panggilan hati. Artinya berani mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Muzani, yang pernah berkarier sebagai wartawan majalah Amanah dan penyiar Radio Ramako.

Menurut Ahmad Muzani, esensi jurnalisme sejati adalah memperjuangkan kebenaran serta kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Nilai tersebut, katanya, harus tetap hidup meski seseorang telah berpindah peran dalam pengabdian kepada bangsa.

“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan,” ungkap Muzani dengan nada reflektif.

Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar PWI yang dirumuskan sejak Kongres PWI tahun 1946 di Solo, yang menempatkan pers sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Di PWI, wartawan disebut pejuang, sebab memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tuturnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut baik refleksi yang disampaikan Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, kisah itu menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pers tentang esensi sejati profesi wartawan.

“Apa yang disampaikan Ketua MPR menunjukkan bahwa jurnalisme sejati selalu bertumpu pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus dijaga PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia,” ujar Munir yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan bahwa pertemuan ini juga menjadi bagian dari komunikasi PWI dengan pimpinan lembaga negara menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten. Ia berharap kehadiran Ketua MPR RI dapat menjadi penguat semangat insan pers dalam menjalankan peran kebangsaan di tengah tantangan zaman, termasuk di era digital yang terus berkembang.(EP)




Berita Terkait

Berita Populer

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Teknologi

Read More

Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video