▴Pelantikan Bupati Siak▴
▴Iklan DPRD Siak▴ UHT Pekanbaru Hadir di Tengah Kabut Asap Karhutla, Bagikan Masker ke Masyarakat
Bukan Sekadar Akademik

BERMADAH.CO.ID, KAMPAR — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) melalui Fakultas Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan masker di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Minggu (30/8/2026).
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab sosial perguruan tinggi dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Pembagian masker juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri ketika kualitas udara terdampak asap akibat karhutla.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dan didampingi langsung Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru Assoc. Prof. Ns. Lita, M.Kep., Ph.D., Wakil Rektor III Ahmad Satria Effendi, SKM., M.Kes., Dekan Fakultas Kesehatan Ns. Agnita Utami, M.Kep., Sp. Kep.An., serta Wakil Dekan Fakultas Kesehatan M. Dedi Widodo, SKM., M.Kes. Kehadiran jajaran pimpinan universitas menunjukkan keseriusan UHTP dalam merespons persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Tidak hanya jajaran pimpinan, kegiatan tersebut juga melibatkan para ketua program studi di lingkungan Fakultas Kesehatan UHTP. Mereka terdiri dari Ketua Prodi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), Ketua Prodi S1 Keperawatan, Ketua Prodi S1 Kebidanan, serta Ketua Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK).
Keterlibatan seluruh unsur tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan komitmen bersama sivitas akademika Fakultas Kesehatan UHTP.
Kehadiran tenaga dan unsur akademik kesehatan di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk mendekatkan perguruan tinggi dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Bagi Universitas Hang Tuah Pekanbaru, kegiatan pembagian masker bukan sekadar kegiatan sosial sesaat. Aksi tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung upaya perlindungan kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep., M.H., mengapresiasi langkah Universitas Hang Tuah Pekanbaru melalui Fakultas Kesehatan yang ikut mengambil bagian dalam perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi karhutla. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk memperkuat edukasi serta langkah pencegahan di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepedulian Universitas Hang Tuah Pekanbaru melalui Fakultas Kesehatan yang hadir dan berbagi bersama masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, perhatian terhadap kesehatan masyarakat sangat penting, khususnya melalui upaya preventif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujar Zulkifli.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan UHTP Ns. Agnita Utami, S.Kep., M.Kep.An., menegaskan bahwa kehadiran pihaknya di Rimbo Panjang merupakan bentuk komitmen universitas untuk tidak hanya beraktivitas di ruang akademik, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Kami ingin Universitas Hang Tuah Pekanbaru melalui Fakultas Kesehatan tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan dukungan. Pembagian masker ini merupakan langkah sederhana, namun menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk membantu masyarakat menghadapi dampak asap karhutla,” kata Agnita.
Menurut Agnita, keterlibatan seluruh program studi di lingkungan Fakultas Kesehatan menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun gerakan kepedulian kesehatan masyarakat. Setiap bidang keilmuan memiliki peran yang dapat dikolaborasikan untuk memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dalam kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah juga dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Tidak hanya melalui pembagian masker, sinergi tersebut dapat dikembangkan melalui edukasi kesehatan, pemantauan kondisi masyarakat serta berbagai kegiatan pengabdian yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Di tengah kondisi asap karhutla, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan perlu mendapat perhatian lebih. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk, serta menjaga pola hidup sehat menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.
Melalui aksi di Rimbo Panjang tersebut, Universitas Hang Tuah Pekanbaru melalui Fakultas Kesehatan kembali menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif.
Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau diharapkan terus berlanjut melalui edukasi, pelayanan kesehatan dan pengabdian masyarakat, sehingga keberadaan perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Riau, khususnya dalam menghadapi persoalan kesehatan dan lingkungan akibat karhutla. (EP)
Berita Terkait
- Safari Masjid HIMA Persis Pelalawan Hadirkan Dakwah dan Aksi Sosial, 15 Lansia Terima Paket Sembako0
- Bukan Sekadar Cari Titik Api, Polda Riau Libatkan 5 Ahli Ungkap Karhutla di HGU Perusahaan0
- Seminar Pendidikan Nasional dan Pertemuan Guru Bahasa Arab se-Riau0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit Minggu 30 Agustus0
- Minggu 30 Agustus, Babinsa Koramil 02/Sungai Apit Komsos di Kampung Dosan0
- Meriahkan Peresmian Klub YUTO, Turnamen Domino ORADO Pekanbaru Diikuti 20 Klub0
- Klaim Kepemilikan Lahan di TUKS PT Arara Abadi Disorot, Keluarga Ali Usman Minta Kejelasan0
- Barang Bukti 269 Perkara Dimusnahkan, Kajari Pelalawan: Tak Boleh Ada Celah Penyalahgunaan0
- Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat0
- Dr Karmila Sari Raih Penghargaan Legislator Peduli Pemerataan Pendidikan0
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







