Dari Ritual Tolak Bala Desa Kota Lama
Terkait Warga Diserang Buaya

By Bermadah 10 Jan 2019, 19:11:40 WIB Inhu
Dari Ritual Tolak Bala Desa Kota Lama

Keterangan Gambar : Warga Desa Kota Lama saat melakukan ritual tolak bala atau semah yang dilaksanakan didalam Balai Danau Meduyan, Rabu 9 Januari 2019 malam kemarin


BERMADAH.CO.ID, INHU - Masyarakat Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat kembali menggelar ritual atau sema di Balai Danau Meduyan pada Rabu 9 Januari 2019 malam kemarin. Ritual yang sudah menjadi tradisi oleh warga desa dan sempat terhenti selama enam tahun ini,  kembali digelar. 

Acara ritual tolak bala yang digelar selama dua tahun sekali ini buntut dari warga sekitar bernama Ma'rifat yang diserang seekor buaya saat menjaring ikan disekitar Danau Meduyan belum lama ini.

Baca Juga : Malam Ini, Warga Desa Kota Lama Gelar Ritual Tolak Bala

Kades Kota Lama H Herman Sukur SH kepada media ini, Kamis 10 Januari 2019 menegaskan, bahwa serangan Buaya itu tergolong langka. Sebab, tidak pernah sama sekali terjadi di danau yang menjadi objek wisata andalan warga sekitar.

"Acara do'a bersama yang digelar di Balai Adat Danau Meduyan malam tadi dilaksankan sekitar pukul 20.00 WIB. Acara do'a bersama itu untuk memohon kepada Allah SWT agar desa kami terhindar dari segala marabahaya," jelasnya.

Namun, acara do'a bersama itu serta acara ritual adat khas masyarakat Desa Kota Lama. Selain itu juga acara makan bersama.

Herman menambahkan, mereka berpanutan agar hal-hal serupa yang dialami warganya dikemudian hari tidak terulang kembali. Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada seluruh maayarakat desa dan pendatang yang akan berkunjung ke objek wisata Danau Meduyan untuk dapat bersama-sama menjaga kelestarian dan jangan mengotori tempat tersebut.

"Bukan cuma Danau Meduyan saja tetapi Desa Kota Lama sebagai desa yang dituakan juga harus dijaga bersama-sama. Selama ini kelestarian Danau Meduyan kurang terjaga. Selama enam tahun acara ritual tidak dilaksanakan. Untuk itu pihaknya bersama tokoh adat dn tokoh agama bermusyawarah mufakat dan diputuskan untuk menggelar ritual adat," pungkas Herman.

Banyak hal positifnya ritual tolak bala itu digelar. Karena tujuannya baik, selain menjaga kelestarian danau juga situs cagar budaya seperti Komplek Makam Raja-raja Indragiri.

"Danau Meduyan dengan Komplek Makam Raja Indragiri sangat berkaitan sekali," kata Herman.

Kades Herman menambahkan, dalam acara do'a bersama dan ritual itu turut dihadiri Camat Rengat Barat Hendry, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adatdan Tokoh Agama Desa Kota Lama, Desa Air Jernih, Desa Alang Kepayang dan Desa Danau Baru yang terletak bersebelahan dengan Desa Kota Lama.

Sementara itu, hasil penelusuran media ini pada Kamis siang tadi tampak di sekitar kawasan Danau Meduyan bekas sisa-sisa ritual yang yang berada tepat didepan Balai Danau Meduyan. Papan plang imbauan (peringatan) yang bertuliskan "awas dan berhati-hati ada buaya" juga dipasang di batang pohon disekitar danau.
Dari penulusuran dan juga keterangan warga desa yang kebetulan sedang berada disekitar danau menyebutkan, acara ritual dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB atau lebih sedikit. 

Kata warga, "saat ritual itu tidak lama kemudian muncul lima ekor Buaya yang besarnya bervariasi. Namun, ada salah seekor Buaya yang sangat besar berwarna kuning muncul di atas permukaan danau. Setelah ritual selesai ke lima Buaya yang disebutkan sebagai buaya ghoib itu menghilang ke dalam danau". (yuz)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video