Israel Ikut Campur Perang Ukraina, Rusia Sindir Konflik Palestina

By Bermadah 19 Apr 2022, 00:03:16 WIB Internasional
Israel Ikut Campur Perang Ukraina, Rusia Sindir Konflik Palestina

Keterangan Gambar : Ilustrasi. (AFP/AHMAD GHARABLI). (cnnindonesia.com)


BERMADAH.CO.ID - Rusia menuding operasi militer Israel di Ukraina sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dunia atas konflik rezim yang terjadi dengan Palestina. Tuduhan itu dilontarkan kepada Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid usai menuduh Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Dari pemberitaan media, dalam sebuah pernyataan pada Jumat (15/4/2022), Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Lapid melakukan serangan anti-Rusia setelah Israel mendukung penangguhan negara tersebut dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) pekan lalu. Pernyataan itu sekaligus mengkritik rezim Tel Aviv atas kependudukan ilegal dan aneksasi merayap di wilayah Palestina.

"Juga perlu dicatat bahwa [konflik antara Israel dan Palestina] peristiwa terpanjang dalam sejarah dunia pascaperang dilakukan dengan bantuan diam-diam dari negara-negara Barat terkemuka dan dukungan nyata dari Amerika Serikat," tambahnya, diberitakan.

"Ada upaya untuk mengambil keuntungan dari situasi di sekitar Ukraina untuk mengalihkan perhatian masyarakat internasional dari salah satu konflik terpanjang yang belum terselesaikan antara Palestina-Israel," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dikutip dari Press TV.

Diberitakan pula, Kementerian tersebut lebih lanjut menghancurkan blokade Jalur Gaza yang terkepung, yang menurut Israel diperlukan untuk mencegah senjata mencapai gerakan perlawanan Palestina di daerah tersebut.

Sebelumnya, pada 7 April lalu Majelis Umum PBB menangguhkan Rusia dari UNHRC atas klaim pelanggaran berat dan sistematis atas pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina. Resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat tersebut mendapat 93 suara, dengan 24 anggota menentang dan 58 lainnya abstain.

Sampai saat ini disebut tidak diketahui dengan jelas apa yang secara spesifik dikatakan Lapid setelah pemungutan suara 7 April yang akhirnya menarik kemarahan Rusia.Rusia mengecam keputusan Majelis Umum PBB dan menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia sebagai propaganda Barat. Sebab, keputusan tersebut membuat Rusia menjadi anggota tetap pertama Dewan Keamanan PBB yang keanggotaannya dicabut dari badan terkait PBB.

Kendati demikian, pihak kementerian luar negeri Israel dalam sebuah pernyataan pada saat itu mengecam invasi yang tidak dapat dibenarkan ke Ukraina dan menuduh pasukan Rusia membunuh warga sipil yang tidak bersalah.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan serangan militer terhadap Ukraina pada 24 Februari lalu. Konflik tersebut telah memicu tanggapan dari negara-negara Barat, yang telah memberlakukan daftar panjang an begitu banyak sanksi terhadap Rusia.

Ementara itu, The Washington Post melaporkan, Rusia juga telah memperingatkan Amerika Serikat bahwa akan ada konsekuensi yang tidak dapat diprediksi jika mereka terus mempersenjatai Ukraina.Di sisi lain, Rusia mengatakan akan menghentikan operasi militer tersebut secara singkat jika Kiev memenuhi daftar tuntutan mereka, termasuk tidak pernah mendaftar untuk bergabung dengan NATO.(***)

Sumber: cnnindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video