Pasukan Chechen Klaim Kuasai Mariupol Ukraina

By Bermadah 29 Mar 2022, 11:26:06 WIB Internasional
Pasukan Chechen Klaim Kuasai Mariupol Ukraina

Keterangan Gambar : Pemimpin Chechen, Ramzan Kadyrov, datang ke Mariupol Ukraina menyusul gempuran pasukan Rusia guna merebut kota pelabuhan itu. (Foto: REUTERS/STRINGER). (cnnindonesia.com)


BERMADAH.CO.ID - Pemimpin Chechen, Ramzan Kadyrov, diberitakan menyambangi Mariupol di Ukraina usai pasukannya mengklaim membantu tentara Rusia menguasai kota itu di tengah invasi yang masih berlangsung.
"Pemimpin Chechen, Ramzan Kadyrov sedang di Mariupol untuk meningkatkan semangat juang pasukan kami," kata Menteri Politik Chechnya, Akhmed Dudayev kepada RIA yang dikutip AFP, Selasa (29/3).

Chechnya adalah wilayah otonomi di Rusia. Sebagian pasukan Chechen pun telah bergabung dengan tentara Rusia membantu melancarkan invasinya ke Ukraina.

Sementara, media televisi Rusia melaporkan Kadyrov bertemu dengan orang yang diduga Letnan Jenderal Andrei Mordvichev. Mordvichev merupakan salah satu jenderal Rusia yang diklaim pihak Ukraina telah tewas dalam peperangan di sana.

Dudayev mengatakan Kadyrov terlibat dalam pertemuan antara Mordvichev dan komandan Rusia yang lain.

"Kadyrov akan membantu mengoreksi dan menyelesaikan strategi untuk tindakan lebih jauh dalam beberap hari ke depan guna membebaskan Mariupol," kata dia lagi.

Sementara itu, Kadyrov mengatakan akan berusaha menguasai kota Mariupol secepat mungkin.

"Tentara Rusia mendatangi gedung demi gedung untuk membebaskan Mariupol dari kelompok kriminal Nazi," tulis dia di Telegram.

Menurutnya, pasukan yang ia miliki selalu dalam semnagat membara seperti biasanya.

"Tak ada angin atau tembakan besar dari senjata calibre yang akan menghancurkan keinginan mereka untuk menang. Dalam waktu singkat, Mariupol akan dikuasai sepenuhnya," tegas Kadyrov.

Kadyrov sendiri telah mendapat pangkat Letnan Jenderal dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Sebelumnya, ia berpangkat Jenderal Mayor dan secara formal bertugas di Garda Nasional.

Diberitakan pula, sebelum menjadi sekutu Putin, Kadyrov dan pasukannya merupakan kelompok pemberontak di Rusia yang menentang pemerintah.

Seperti pemberitaan media, banyak pihak yang menyebut pemimpin Chenchen sebagai boneka Rusia. Menilik sejarah, hal ini tak lepas dari taktik Presiden Rusia, Vladmir Putin, yang saat itu masih mejadi perdana menteri untuk menguasai negara itu.

Ia memanfaatkan kelompok yang membenci kelompok lain yang dianggap terlalu kearab-araban atau wahabi. Sejak saat itu, Putin berhasil mengendalikan Chechen.(***)

Sumber: cnnindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video