Bersembunyi di Bungker, Begini Kondisi Bangunan yang Diserang Rudal Iran

By Bermadah 14 Jan 2020, 15:50:41 WIB Internasional
Bersembunyi di Bungker, Begini Kondisi Bangunan yang Diserang Rudal Iran

Keterangan Gambar : Pangkalan militer Ain al-Assad di Irak yang digunakan militer Amerika Serikat hancur diserang rudal-rudal Iran, Rabu pekan lalu. Foto/REUTERS


BERMADAH.CO.ID, BAGHDAD - Para tentara Amerika Serikat (AS) di Irak dilaporkan bersembunyi di bungker era Saddam Hussein selama Iran menyerang dua markas mereka dengan rudal beberapa waktu lalu. Para tentara bergegas mengumpet di bungker itu sesaat setelah menerima peringatan akan adanya serangan rudal Iran.

Iran pada Rabu pekan lalu menembakkan 15 hingga 22 rudal ke pangkalan militer Ain al-Assad dan Erbil di Irak yang digunakan militer Amerika. Serangan yang tak memakan korban jiwa itu diklaim sebagai awal dari balas dendam atas pembunuhan Jenderal top Iran, Qassem Soleimani, oleh serangan rudal Hellfire dengan drone MQ-9 Reaper Amerika di dekat bandara Baghdad.

Mengutip laporan CNN pada Selasa (14/1/2020), di pangkalan al-Assad, militer Amerika menerima peringatan bahwa beberapa rudal menuju ke arah mereka.

"Saya memegang pistol saya dan menundukkan kepala saya dan saya mencoba menemukan tempat yang menyenangkan, jadi saya mulai bernyanyi untuk anak perempuan saya di kepala saya," kata Sersan Akeem Ferguson kepada media Amerika tersebut. "Dan saya hanya menunggu. Saya berharap apa pun yang terjadi, itu cepat," sebutnya.

Ferguson, yang berlindung di bawah lempengan beton yang rentan, menambahkan; "Saya 100 persen siap mati".

Tidak ada orang Amerika atau Irak yang terluka maupun tewas dalam serangan di dua pangkalan militer tersebut. Sepertiga dari pangkalan-pangkalan itu dikendalikan oleh AS. 

Menurut CNN, kedua pangkalan itu tidak memiliki senjata pertahanan. Namun, para pejabat militer Amerika pada pekan lalu mengatakan ada sistem pertahanan rudal Patriot yang berstatus aktif saat ada peringatan tentang serangan rudal Iran.

Menurut laporan itu, rudal-rudal Iran berhasil menghancurkan situs militer AS dan merusak markas pasukan khusus dan dua hanggar. Unit rumah operator drone Amerika dilaporkan juga hancur.

Diberitakan, sekitar pukul 23.00 malam 7 Januari 2020 lalu, sebagian besar pasukan AS di pangkalan Irak dikirim ke bungker, sedangkan beberapa lainnya telah diterbangkan keluar dari negara tersebut.

Hanya personel penting, seperti penjaga menara dan pilot drone, yang tetap berada di lapangan untuk melindungi terhadap kemungkinan serangan darat setelah rudal-rudal Teheran mendarat.

Rudal pertama jatuh pada pukul 01.34 pagi, diikuti oleh tiga tembakan lagi, yang berselang lebih dari 15 menit. Serangan berlangsung sekitar dua jam.

Masih menurut laporan CNN, pasukan AS di lokasi menggambarkan ketegangan, ketakutan, dan perasaan tidak berdaya.

"Anda dapat bertahan melawan (pasukan paramiliter), tetapi Anda tidak dapat bertahan melawan ini," kata Kapten Patrick Livingstone, komandan Pasukan Keamanan Angkatan Udara AS, merujuk pada serangan roket sebelumnya oleh kelompok-kelompok bersenjata.

"Saat ini, pangkalan ini tidak dirancang untuk bertahan melawan rudal," ujarnya seperti diberitakan.

Sebagian besar pasukan berlindung di bangunan berdebu berbentuk piramida yang dibangun pada masa pemerintahan Saddam Hussein. Mereka tidak yakin apakah akan tahan terhadap serangan rudal-rudal Iran, tetapi mereka menyadari bahwa tembok miring berusia puluhan tahun yang dibangun untuk membelokkan ledakan senjata Iran lebih kuat dari tempat perlindungan AS, yang dibuat untuk melindungi dari roket dan mortir kecil yang digunakan oleh ISIS.

Kipas ventilasi melapisi dinding luar bungker tua, yang memiliki dua ruang tamu luas dengan tempat tidur lipat, kasur, tandu, dan loker.

Letnan Kolonel Staci Coleman, salah satu pemimpin tim AS yang mengantar pasukan ke bungker, mengatakan dia awalnya ragu.

"Saya sedang duduk di bungker dan saya seperti manusia (lainnya), mungkin saya membuat keputusan yang salah (untuk datang ke sini)," kata Coleman kepada CNN.

"Sekitar 10 menit, setelah saya mengatakan itu pada diri saya sendiri, boom boom boom boom dan saya berkata, 'Baiklah ada jawaban saya,'" lanjut dia. 

“Seluruh tanah bergetar. Itu sangat keras. Anda bisa merasakan gelombang ledakan di sini. Kami tahu mereka dekat."

Sementara itu, Ferguson berada di dalam bungker buatan AS yang dijejali oleh karung pasir.

"Ada lubang kecil di sisi tempat berlindung dan kami melihat kilatan cahaya oranye," kata dia. 

"Setelah itu, kami memperkirakan bahwa setiap kali kami melihat flash, hanya beberapa detik sebelum itu akan mengenai."

"Itu Flash. Ledakan. Flash. Ledakan. Kami tidak tahu kapan itu akan berhenti. Kami duduk di sana dan menunggu sampai selesai," tambahnya.

Ketika pasukan akhirnya muncul, mereka menggambarkan perasaan campuran antara lega dan kejutan serangan senjata.

“Itu normal setelahnya,” kata Coleman. "Tapi kami semua saling menatap mata seolah-olah mengatakan, ‘Apakah Anda baik-baik saja?'," ungkapnya.(***)

Sumber: sindonews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video