Bullying, Momok yang Menakutkan di Era Saat Ini

By Bermadah 13 Jan 2020, 02:54:38 WIB Opini
Bullying, Momok yang Menakutkan di Era Saat Ini

Keterangan Gambar : Ahmad Virdiansyah


BERMADAH.CO.ID - Angka kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, jumlah laporan langsung kasus kekerasan terhadap anak di Jatim pada 2019 sebanyak 90 kasus. Sedangkan pada tahun sebelumnya 131 kasus. Jumlah kasus kekerasan terhadap anak dari media massa juga berkurang dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dari 333 menjadi 268 kasus. 

Kekerasan terhadap anak sendiri bukanlah hal yang kecil dan tidak bisa dianggap remeh, karena anak adalah calon penerus bangsa. Apabila mendapat kekerasan di usia dini dan kurangnya pengawasan maka akan berdampak yang tidak baik pada si anak di keesokan harinya. 

Fakta menunjukkan, kekerasan terhadap anak atau bullying bisa berdampak secara fisik, psikis, dan sosial terhadap korban. Selain menurunnya prestasi belajar, bullying juga mengakibatkan dampak fisik, seperti kehilangan selera makan dan migrain. Korban juga rentan menjadi pencemas hingga mengalami depresi dan menarik diri dari pergaulan. Dalam tingkatan yang lebih ekstrem, korban bahkan ada yang sampai membunuh.

Data yang dirilis Pusat Data dan Informasi, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), menyebutkan, angka kekerasan pada tahun 2011 menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sekaligus mengkhawatirkan. 

Sekretaris Jenderal Komnas PA Samsul Ridwan menyebut adanya peningkatan laporan atau pengaduan yang diterima Divisi Pengaduan dan Advokasi, Komnas Anak. 

Untuk jumlah pengaduan yang masuk, peningkatannya mencapai 98 persen pada tahun 2011, yaitu 2.386 pengaduan dari 1.234 laporan pada tahun 2010. Kasus kekerasan seksual juga meningkat menjadi 2.508 kasus pada 2011, meningkat dari data tahun 2010 sebanyak 2.413 kasus. Sebanyak 1.020 kasus atau setara 62,7 persen dari angka tersebut adalah kasus kekerasan seksual yang dilakukan dalam bentuk sodomi, pemerkosaan, pencabulan, dan inses. Selebihnya adalah kekerasan fisik dan psikis. 

Fakta ini tentu sangat memprihatinkan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan berubah menjadi tempat mengerikan, bahkan mengancam nyawa. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk menemukan kawan berubah menjadi tempat mencari lawan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, perilaku bullying bahkan terus berkembang di lingkup yang lebih luas. Saat ini, bullying juga merambat ke tembok Sekolah Dasar. Sutradara film Langit Biru yang mengangkat tema tentang bullying di sekolah, Lasja F Susatyo, mengisahkan bagaimana anaknya yang masih duduk di bangku SD pun tidak luput dari perilaku bullying.

Apabila orangtua salah memberi didikan dan juga lingkungan atau orang sekitar yang melakukan kekerasan dan bullying terhadap anak atau siapapun itu, maka akan berdampak:

1. Tidak Percaya Diri

2. Berpotensi Melakukan Kekerasan Serupa

3. Mencari Perhatian dan Pelampiasan di Luar Rumah

Tentu itu akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup seseorang apabila terus menerus orang sekitar salah dalam mendidik dan mengawasi. 

Maka, orang tua dan orang yang ada di lingkungan itu sangat lah berperan penting atas kehidupan ke depan dari anak-anak. Karena sekali lagi anak adalah calon penerus generasi bangsa yang harus ditanamkan karakter sejak dini. Apabila salah dalam memberikan ajaran maka itu akan berdampak buruk bagi masa depan anak-anak bangsa.

Oleh: Ahmad Virdiansyah

NPM: 21801091104

Jurusan: Ilmu Administrasi Publik

Fakultas: Ilmu Administrasi

UNIVERSITAS ISLAM MALANG




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video